INEZ Rilis Survey Calon Gubernur Kalbar 2018, Hasilnya Mengagetkan

BorneOneTV – Menjelang tahapan pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Kalimantan Barat 2018 mendatang, Indonesia Network Election Survey (INEZ)  melakukan survei guna menemukan nama-nama kandidat yang populer di kalangan masyarakat.

Kepada awak media, Direktur Kajian Politik INEZ, Budi Satria Dewantoro memaparkan dari hasil survei yang dilakukan dari tanggal 15-23 Juli 2017 mayoritas (85 persen) warga Kalbar telah memiliki atau menentukan kandidat gubernur.

“Dalam menentukan kandidat yang diuji dalam survei, INES melakukan focus group discussion, in  depth interview dan analisa pemberitaan di tiga media lokal Kalbar, dari situ kami dapatkan 18 nama tokoh yang berpotensi ikut dalam pertarungan Pilgub Kalbar,” katanya.

Ia menjelaskan  servei ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan multistage random sampling.

“Survei ini melibatkan1.225 responden dengan margin error sebesar +/-2,8% pada tingkat kepercayaan 95%,” paparnya.

Ia memaparkan, berdasarkan suku, karakteristik responden Dayak 30%, Melayu 34,7% Jawa 10,7%, Tionghoa 10,7% Madura 5,3%, Bugis 2,7% dan Batak 0,7%. Sementara jika berdasarkan agama, muslim 61,3% dan non muslim 38,7%.

“Dari 18 tokoh yang terjaring dalam pra survei terdapat 10 tokoh yang memiliki tingkat popularitas diantaranya Oesman Sapta Odang 67,3%, Milton Crosby 57,3%, Karolin Margret Natasa 38,7%, Sutarmidji 35,3%, Ria Norsan 30,7%, Kartius 30,7%, Adrianus Asia Sidot 29,3%, Awang Ishak 29,3%, Muda Mahendrawan 28,7% dan Suryadman Gidot 24,7 %.

Sementara berdasarkan elektabilitas delapan tokoh tertinggi, INEZ melakukan simulasi kepada 18 tokoh tersebut. Hasilnya 10,2% responsen menjawab tidak tahu, sisanya memilih delapan nama yaitu Milton Crosby 30,3%, Oesman Sapta Odang 28,6%, Sutarmidji 16,8%, Ria norsan 5,3%, Karolin Margret Natasa 3%, Adrianus Asia Sidot 2% dan Muda Mahendrawan 1,6%.

Dari 8 kandidat tersebut, INEZ kembali melakukan simulasi untuk melihat elektabilitas lima tokoh tertinggi. Hasilnya menunjukkan Milton Crosby 33,6%, Oesman Sapta Odang 26%, Sutarmidji 16,8%, Ria norsan 6%, Karolin Margret Natasa 4,3%. Sedangkan sisanya 10,6% tidak memilih.

“Kembali INEZ melakukan simulasi untuk melihat elektabilitas tiga tokoh, Milton Crosby memperoleh 37,3%, Oesman Sapta Odang 28,4%, Sutarmidji 22,8% dan yang tidak menjawab sebesar 11,5%,” paparnya.

Lebih lanjut pihaknya melakukan simulasi untuk melihat elektabilitas dua tokoh tertinggi hasil simulasi menunjukkan Milton crosby meraih 44,5% dan Oesman Sapta Odang sebesar 39,9%.

Budi menerangkan,  yang menjadi alasan responden memilih tiga tokoh tersebut diantaranya Milton Crosby dianggap mempunyai pengalaman 25%, kinerja terbukti dan kemampuan memimpin 32,5%, serta berhasil membangun infrastruktur di Kabupaten Sintang saat menjabat sebagai bupati 18,7%, termasuk yang membuatnya cukup dikenal dikalangan warga karena kegigihannya memperjuangkan kemajuan dan kesejahteraan daerah pedalaman di Kalimantan Barat termasuk upayanya mengusulkan pembentukan Provinsi Kapuas Raya.

“Oesman Sapta Odang dianggap berpengalaman 12%, dan mampu memimpin 18%, Hal ini terkait sepak terjangnya di level nasional hingga mampu menjadi wakil ketua MPR dan Ketua Umum Partai Hanura,” jelasnya.

Sedangkan sutarmidji oleh responden dinilai kepemimpinan yang dianggap baik dan berhasil selama dua periode menjadi Walikota Pontianak sehingga dinilai berpengalaman 20%, dan kinerja yang telah terbukti dan mampu memimpin 35,2%, yang menarik perhatian dari alasan responden 13% diantaranya memilih Sutarmidji dengan alasan kesamaan agama, oleh karena dianggap sutarmidji adalah representatif dari partai Islam.

Berdasarkan hasil survei tersebut, INEZ melihat bahwa seluruh tokoh masih harus bekerja keras untuk meningkatkan elektabilitasnya karena tingkat popularitas mereka yang masih dibawah 70%.

Hasil survei menggambarkan mayoritas warga Kalimantan Barat menghendaki calon gubernur yang berpengalaman, memiliki kinerja yang baik dan telah terbukti serta kemampuannya memimpin warga Kalimantan Barat yang heterogen, dan ciri khususnya berdasarkan suku mayoritas adalah suku Dayak dan Melayu dan juga dihuni penduduk pemegang agama Islam dan non muslim yang hampir setara.  (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.