Rencana Pembentukan Densus Antikorupsi Masih Dipelajari

Masih dalam proses, strukturnya seperti apa, pendanaannya, kebutuhannya apa saja, sarana, fasilitasnya dan cara kerjanya," kata Komjen Ari di Jakarta, Selasa.

BorneOneTV – Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengatakan bahwa rencana pembentukan Detasemen Khusus (Densus) Antikorupsi masih dipelajari secara mendalam.

“Masih dalam proses, strukturnya seperti apa, pendanaannya, kebutuhannya apa saja, sarana, fasilitasnya dan cara kerjanya,” kata Komjen Ari di Jakarta, Selasa 8 Agustus 2017.

Bentuk regulasi yang akan menjadi payung hukum untuk mendukung beroperasinya Densus Antikorupsi juga masih dikaji.

Kabareskrim berharap Densus Antikorupsi dapat mulai bekerja pada akhir 2017.

Baca Juga:
Tolak Penurunan PTKP, FSPMI Medan Geruduk Kantor Gubernur
Badai Ancam China, 190 Ribu Orang Diungsikan

Ari mengatakan, nantinya Densus Antikorupsi akan dipimpin oleh jenderal bintang dua atau berpangkat Irjen. “Iya, seperti itulah,” katanya.

Ia berharap nantinya Densus Antikorupsi bisa bersinergi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangani penindakan berbagai kasus korupsi.

“Ada KPK, ada Densus Antikorupsi sehingga diharapkan lebih mampu menekan tindak pidana korupsi,” katanya.

Sementara Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengungkapkan dengan adanya Densus Antikorupsi, diharapkan nantinya proses penanganan kasus korupsi bisa lebih cepat karena ditangani bersama dengan Kejaksaan.

Hal ini menurut dia berbeda dengan penanganan kasus korupsi di Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri yang membutuhkan waktu untuk dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Kalau Tipidkor berhubungan dengan kejaksaan secara biasa, kita mengajukan berkas tahap satu, tahap dua, kalau diterima P21, kalau ditolak P19 bolak-balik, nah kalau ada Densus nanti mungkin bisa lebih cepat ketika kita menangani kasus, karena jaksa sudah mulai mensupervisi juga, sehingga nanti akan lebih singkat penanganannya dan lebih cepat maju ke pengadilan,” tutur Setyo.

Ia menambahkan bila Densus Antikorupsi ini sudah terbentuk, maka Direktorat Tindak Pidana Korupsi akan dihapuskan dari struktur Bareskrim Polri.

Nantinya Densus Antikorupsi ini akan berkantor di Polda Metro Jaya. Struktur organisasi Densus Antikorupsi terdiri atas penyidik dan jaksa. (Arah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.