BPOM Kalbar akan Telusuri Adanya Bangkai Cicak di Kemasan Kecap

Cicak dalam kemasan kecap. Foto : Bagas

BorneOneTV – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kalimantan Barat, Corry Panjaitan belum bisa berkomentar banyak terkait keluhan masyarakat mengenai ditemukannya bangkai cicak pada kecap manis kemasan sachet,  Sabtu 12 Agustus 2017 .

“Ke kantor saja dulu, kita lihat dulu (kecap isi bangkai cicak, red)  kalau saya belum lihat saya kan belum bisa komentar seperti apa,” ucap Corry saat dihubungi BorneoneTV.com, Minggu 13 Agustus 2017.

Ia mengatakan, pihaknya akan menelusuri bagaimana cicak tersebut bisa berada di kemasaan kecap tersebut.

“Nanti dibawa saja sampelnya, biar saya lihat dulu, orangnya yang mana, dimana dibelinya, biar saya tindak lanjuti, baru saya bisa komentar,” singkatnya.

Sebelumnya, warga Kota Pontianak dihebohkan dengan penemuan bangkai reptil yang diduga cicak di dalam kemasan kecap manis merek yang sangat dikenal masyarakat Indonesia, Sabtu 12 Agustus 2017 siang.

Binatang reptil yang diduga bangkai cicak tersebut ditemukan pertama kali oleh istri dari aktivis World Wide Fund (WWF) Kalimantan Barat Albertus Tjiu. Sebelum ditemukannya bangkai yang diduga bangkai cicak tersebut, kecap itu bahkan sudah dikonsumsi oleh keluarga Albert.

Berdasarkan pengakuan Albert, istrinya yang menemukannya pertama kali, setelah isi kecap hampir habis, tanpa sengaja istrinya melihat sesuatu yang sangat menjijikan tersebut.  Kecap itu dibelinya dalam kemasan sachet sekitar seminggu yang lalu. Setelah dibeli  ia masukkan ke dalam botol yang kemudian botol tersebut disimpan dan ditutup rapat, sehingga tidak ada kemungkinan bangkai tersebut masuk melalui botol.

Ia mengaku membeli kecap itu disalahsatu mimarket di daerah Jalan Sungai Raya Dalam yang tak jauh dari tempat tinggalnya sekitar satu minggu yang lalu. Melihat dari kemasan dan kadaluarsa produk, dari penilaian Albert, tak ada yang janggal dan salah pada produk yang dikonsumsi hamir seluruh penduduk indonesia itu. (Bgs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.