Penggunaan Pertalite di Kalbar Tunjukan Tren Positif

Ilustrasi

BorneOneTV – Tren peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kalimantan Barat, karena konsumen sudah merasakan sendiri manfaatnya. Menurut pengamat ekonomi Kalbar Susanto, masyarakat menilai bahwa Pertalite memang jauh lebih unggul dibandingkan Premium.

“Jadi, murni karena konsumen membutuhkan Pertalite. Sama sekali tidak ada keterpaksaan. Mereka melakukan komparasi dengan Premium dan merasakan keunggulan Pertalite, sehingga enggan kembali menggunakan Premium. Bahkan, ada pula yang melakukan literasi keunggulan produk sehingga konsumen semakin mantap memilih Pertalite,” kata Susanto, Rabu 16 Agustus 2017.

Menurut Susanto, dari sudut pandang konsumen, Pertalite memang sangat menguntungkan. Secara kualitas, misalnya, Pertalite yang memiliki RON lebih tinggi dibandingkan Premium, akan menjadikan mesin lebih awet dan terpelihara. Sedangkan dari sisi ekonomis, dengan pembakaran yang lebih sempurna, menjadikan Pertalite lebih irit dibandingkan Premium.

Hal lain yang tak bisa diabaikan, lanjut Susanto, adalah daya beli masyarakat Kalbar yang masih stabil dan terjaga. Dalam kondisi demikian, pergeseran konsumsi dari Premium ke Pertalite tidak akan memunculkan gejolak. Apalagi, lanjut Susanto, karena memang perbedaan harga kedua BBM yang tidak signifikan.

“Dengan perbedaan harga yang relatif kecil, masyarakat memperoleh manfaat yang jauh lebih besar. Manfaat itu tidak terbatas pada tataran pengguna mobil saja, namun juga pengguna sepeda motor. Ini bukti bahwa kesadaran memang muncul di masyarakat. Fenomena itu harus disikapi positif semua pihak,” kata Susanto, yang juga alumnus Univeritas Tanjungpura Pontianak.

Erni Yantini, guru SDN 08 Pontianak Barat, juga mengaku senang menggunakan Pertalite, dan sama sekali tidak ada keterpaksaan. Menurut warga Gang Berdikari I, Jalan Husein Hamzah Pontianak ini, awalnya dia memang memakai Pemium. Namun setelah merasakan keunggulan Pertalite, dia enggan kembali memakai Premium. “Tidak mau. Saya sudah cocok dengan Pertalite. Kami sekeluarga sudah tahu keunggulan Pertalite. Kami ingin mesin kendaraan kami lebih awet,” kata Erni, yang mengaku bahwa selain sepeda motornya, kendaraan roda empat miliknya pun mempergunakan Pertalite.

Dari berbagai keunggulan Pertalite, lanjut dia, yang paling dirasakan manfaatnya, bahwa Pertalite membuat mesin menjadi lebih awet, halus dan bertenaga. Selain itu, dengan selisih harga yang hanya sedikit dibandingkan Premium, ternyata Pertalite jauh lebih irit. Erni mencontohkan sepeda motornya. Dulu ketika masih mempergunakan Premium, dia harus mengisi penuh dalam hitungan waktu sekitar lima hari. Namun setelah mempergunakan Pertalite, waktu pengisian menjadi lebih panjang, sekitar satu minggu.

Tidak hanya dirinya yang beralih dari Premium ke Pertalite. Menurut Erni, banyak juga rekan dan kerabatnya mengganti jenis BBM. Rekan kerjanya di SDN 08 Pontianak Barat, misalnya, sebagian besar juga sudah mempergunakan beralih dari Premium ke Pertalite. “Dari sekitar 27 karyawan, termasuk honorer, lebih dari setengahnya sudah pakai Pertalite. Alasannya sama, karena melihat keunggulan Pertalite dibandingkan Premium,” kata Erni.

Indra Hamka, warga Lubuk Tajau, Kecamatan Nanga Taman, Sekadau, juga mengaku senang mempergunakan Pertalite. Dibandingkan saat mempergunakan Premium, dia merasa bahwa mesin kendaraannya menjadi lebih awet dan bersih. Pengguna Honda Tiger ini mengatakan, bahwa ketika servis, sekarang dia melihat bahwa karburator kendaraannya menjadi lebih bersih. “Teman-teman saya yang mempergunakan sepeda motor tipe baru dengan sistem injection, juga bilang bahwa Pertalite lebih bagus,” kata Indra.(Bgs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.