Refleksi HUT ke-72 RI, Novanto: Waspadai 3 ‘Isme’

Ketua DPR Setya Novanto mencoba mikrofon saat meninjau persiapan untuk menyambut kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/3). Setya Novanto menyatakan DPR telah siap menyambut kedatangan Raja Salman sebagai salah satu rangkaian kegiatan kunjungan kenegaraan di Indonesia. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

BorneOneTV – Indonesia akan genapr berusia 72 tahun, pada 17 Agustus tahun ini. Terkait peringatan HUT ke-72 Republik Indonesia itu, Ketua DPR Setya Novanto menyampaikan refleksi tentang kemerdekaan. Kemerdekaan, kata Novanto, seperti yang dikatakan Bung Karno, adalah “Jembatan Emas” bagi Bangsa Indonesia meninggalkan gelapnya penjajahan menuju kehidupan yang penuh cahaya harapan.

Ketua Umum Partai Golkar ini juga mengingatkan pesan Bung Karno, bahwa perjuangan yang dihadapi dalam mengisi kemerdekaan bisa lebih sulit, karena akan menghadapi bangsa sendiri. “Realitanya, kini kita menghadapi ancaman disintegrasi bangsa yang begitu nyata,” katanya seperti dikutip dari keterangan pers yang diterima arah.com, Rabu 16 Agustus 2017.

Bacaan Lainnya

“Kita harus waspada terhadap pihak yang sibuk menularkan virus apatisme, sinisme, dan skeptisisme dalam masyarakat. Menyebarkan fitnah dan hoax di berbagai media sosial. Keberagaman yang merupakan rahmat dari Tuhan YME, malah digunakan untuk memunculkan sukuisme yang sempit, pertentangan agama maupun kepicikan wawasan,” lanjutnya.

Sikap seperti, tambah Novanto, harus dihilangkan karena bisa menghasut dan memecah belah anak bangsa, merusak hakikat kemerdekaan, persatuan dan kesatuan bangsa yang sudah dengan susah payah kita dapatkan.

Ketua DPR juga mengingatkan, bahwa sejarah menunjukan Bangsa Indonesia adalah bangsa yang gigih merakit dan meledakan semangat perjuangan, bangsa yang dikenal dengan budi pekerti, keramahan, dan keberadabannya. “Sikap inilah yang harus kita lestarikan. Kita tentu tidak ingin mewariskan perpecahan kepada generasi bangsa.”

Novanto mengajak sesama anak bangsa untuk menyegarkan kembali rasa persaudaraan. Membudayakan kembali ideologi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. “Sehingga dengan begitu, banyaknya tantangan dan ancaman yang dihadapi dalam mengisi kemerdekaan tak akan menjadi masalah. Karena kita memiliki modal persatuan dan kesatuan yang kuat. Saya yakin semua elemen bangsa bisa bekerjasama menyukseskan pembangunan nasional sebagai pengamalan terhadap Pancasila dan bhakti kemerdekaan kepada Tanah Air.”

Setnov menilai, Indonesia telah memiliki pondasi yang kokoh berupa stabilitas politik yang terjaga dengan baik sebagai penyangga pembangunan nasional. Selain melaksanakan fungsi check and balances, DPR RI sesuai dengan peran dan fungsinya juga memberikan dukungan terhadap berbagai kebijakan pemerintahan Jokowi–JK.

“Sebagai Ketua DPR RI, saya menyadari membangun bangsa tak bisa dilakukan hanya oleh satu lembaga negara saja. Butuh kerjasama yang erat antar lembaga negara. Terlebih dari itu, peran partisipasi masyarakat menjadi kunci utama,” tandanya. (Arah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.