11 Ribu Nelayan Kalbar Ditargetkan Miliki Asuransi.

Ilustrasi

BorneOneTV – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Barat, terus mendorong DKP di setiap Kabupaten/kota di Provinsi tersebut, untuk mendata seluruh nelayan agar mendapat asuransi dari pemerintah.

“Asuransi bagi nelayan ini gratis, karena preminya dibayar oleh pemerintah bekerjasama dengan perusahaan asuransi milik pemerintah, “ ujar Kepala DKP Provinsi Kalbar Gatot Rudiono di Pontianak, Jumat 18 Agustus 2017

Bacaan Lainnya

Gatot mengatakan, pemerintah memandang profesi nelayan memiliki resiko yang cukup tinggi, karena selain kecelakaan, tidak sedikit nelayan yang hilang di laut saat mencari ikan.

“Tak hanya saat melakukan aktivitas penangkapan ikan, nilai manfaat asuransi juga mencakup kecelakaan di luar itu,” ujarnya

Sedangkan terkait ketentuan bagi nelayan agar mendapat asuransi gratis tersebut antara lain, salah satunya adanya surat keterangan dari kepala desa setempat, yang membenarkan jika warga tersebut berprofesi sebagai nelayan.

“Kemudian, nantinya surat tersebut disampaikan ke DKP di masing-masing kabupaten/kota, agar dibuatkan kartu nelayan yang menjadi dasar pembayaran premi asuransi nelayan,” Tandasnya

Gatot Rudiono menjelaskan, sampai saat ini, DKP baru menerima data jika nelayan Kalbar yang sudah memiliki asuransi jumlahnya 550 orang, sedangkan target yang diberikan pemerintah mencapai 11 ribu orang. Sementara terkait proses atau mekanisme klaim, asuransi nelayan ini dinilai Gatot tidak menyulitkan, dari beberapa kasus yang terjadi, nelayan atau keluarga nelayan cukup menunjukkan sejumlah syarat, yang membenarkan jika nelayan yang memiliki asuransi tengah mendapat musibah, baik sakit atau meninggal dunia karena kecelakaan kerja.

“Nilai manfaat per nelayan berupa santunan kecelakaan akibat aktivitas penangkapan ikan sebesar Rp 200 juta (apabila meninggal dunia), Rp 100 juta (apabila menyebabkan cacat tetap), dan Rp 20 juta (untuk biaya pengobatan),” pungkasnya. (Budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.