Kebutuhan Garam Di Kalbar Capai 15 Ribu Ton Pertahun

Ilustrasi Tambak Garam. Foto : kartono.net
banner 120x600

BorneOneTV – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kalimantan Barat, Mohammad Ridwan mengatakan, Jika saat ini para pelaku usaha di daerah Kalbar, sudah mengajukan kebutuhan garam import sebanyak 6 ribu ton, untuk memenuhi kebutuhan garam lokal.

“Pengajuan garam impor itu dilakukan, untuk memenuhi kebutuhan garam para pelaku usaha kecil dan menengah di Provinsi ini,” Ujarnya kepada BorneOneTV, Minggu 20 Agustus 2017.

Menurutnya, garam yang ada di Kalbar saat ini dipasok dari Surabaya, Jawa Timur. Namun dikarenakan para petani garam mengalami gagal panen, maka untuk memenuhi kebutuhan garam yang didominasi pelaku usaha, pemerintah provinsi Kalbar ikut mengajukan kebutuhan garam impor.

Meski di sejumlah daerah lain, kelangkaan garam berdampak pada melonjaknya harga garam di pasaran, namun untuk provinsi Kalbar sampai saat ini harga garam khususnya konsumsi rumah tangga masih terkontrol, yaitu 4 atau 5 ribu perkilogram.

“Bahkan di provinsi ini, kelangkaan garam juga tidak berdampak secara langsung pada masyarakat, karena garam tidak termasuk dalam kebutuhan pokok, misalnya seperti gula dan lain sebagainya,” Ungkapnya.

Sedangkan untuk kebutuhan garam masyarakat Kalbar sendiri, ditambahkan Ridwan, berdasarkan data dari piihaknya adalah mencapai 15 ribu ton pertahun.

“Angka ini, memang cenderung lebih sedikit jika dibanding dengan kebutuhan rumah tangga lain, misalnya gula ataupun beras,” Pungkasnya. (Budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: