Rumah Baca Apepebe, Harapan Anak-Anak di Kaki Gunung Sinabung

Rumah Baca Apepebe. (Foto: Arah.com/ Nugie)

BorneOneTV – Rumah Baca Cakrawala Apepebe merupakan sebuah bangunan semi permanen di kaki Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Tepatnya, di Desa Perbaji yang merupakan wilayah zona merah dari Gunung Sinabung dan daerah ini kerap merasakan hujan abu vulkanik.

Paling bahaya, wilayah ini merupakan aliran lahar dingin yang terus menghantui para penduduk Desa Perbaji. Bangunan dari papan yang sudah berdiri genap 2 tahun pada 22 Agustus 2017, tersebut merupakan lahan bermain dan membaca bagi anak-anak Desa Perbaji.

Awal berdirinya rumah baca tersebut digagas oleh Yesi Chairani Tanjung. Ia mengatakan didirikannya rumah baca itu karena melihat sarana pendidikan di daerah yang terkena bencana alam sangat terbatas.

“Pada tahun 2015, anak-anak terdampak bencana erupsi gunung Sinabung dicoba untuk diajak semangat belajar melalui rumah baca ini,” ujarnya dilansir dari laman arah.com.

Saat pertama didirikannya rumah baca tersebut, Yesi dan relawan lainnya sangat kesulitan mengajak anak-anak Desa Perbaji karena mereka lebih baik memilih membantu orang tua ke ladang.

“Setelah kami sosialisasikan ke para orang tua, akhirnya mereka mengizinkan anak-anaknya main ke rumah baca,” ungkap Yesi.

Meski kecil, tetapi rumah baca tersebut selalu ramai dipenuhi anak-anak. Dalam memenuhi bacaan anak-anak, buku-buku itu didapatkann merupakan hasil dari sumbangan.

Tak hanya itu, demi kenyamanan dan kelengkapan sarana dan prasarana di Rumah Baca Cakrawala Apepebe, Yesi melakukan inisiatif sendiri dengan membuat meja, rak buku, kursi dengan alat dan bahan seadanya.

“Kami berharap terbentuknya rumah baca cakrawala selain disini. Rumah baca sebagai wadah untuk memperluas budaya literasi sejak dini di Indonesia khususnya di Tanah Karo. Semoga Rumah Baca Cakrawala Apepebe, Desa Perbaji, dapat menjadi perpanjangan tangan dari orang-orang yang peduli, dan tidak dapat turun langsung ke lapangan bersama mereka adik-adik kami lingkar Sinabung di Desa Perbaji,” tutur Yesi.

Setelah dua tahun berdiri, anak-anak di Desa Perbaji menyambut positif atas apa yang dilakukan para relawan dengan membangun rumah baca. “Senang kali karena adanya rumah baca di desa kami. Gak cuma itu, kakak-kakak ini juga sering adain kegiatan buat kami para anak-anak korban dampak erupsi Sinabung,” kata Natalia, salah satu bocah di Desa Perbaji.

Saat ini sekitar 40 hingga 50 anak, yang rutin ke Rumah Baca Cakrawala Apepebe, bahkan bisa mencapai 130 anak yang mengisi dalam acara kegiatan tahunan. Mereka datang dengan sendiri tanpa ada paksaan harus hadir ke rumah baca. (arah.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.