banner 120x600

Organda Kapuas Protes Tidak Dilibatkan Sebagai Sarana Angkut di Pesparawi Kalteng

Ketua Organda Kabupaten Kapuas, Candra (kiri) saat berfoto bersama Ketua Organda Pusat. Adrianto Djokosoetono. Foto : Istimewah
banner 120x600

BorneOneTV – Para sopir angkutan yang tergabung dalam Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) di Kabupaten Kapuas merasa kecewa dengan pemerintah setempat, pasalnya tidak dilibatkan dalam kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat Provinsi Kalimatan Tengah (Kalteng) yang akan dipusatkan di Kabupaten Lamandau.

Ketua Organda, Chandra atau yang dikenal dengan sapaan Paman Siwah sangat kecewa dengan keputusan pemerintah yang malah mengutamakan angkutan dari luar dibandingkan dengan angkutan lokal.

“Kita sangat kecewa dengan keputusan pemerintah yang malah memilih angkutan dari Banjarmasin ketimbang angkutan yang ada di Kuala Kapuas,” kata Paman Siwah yang baru 2 bulan menjabat di organisasi ini, pada sabtu 29 September 2017 di rumahnya.

Padahal, sambungnya, dari tahun-ketahun setiap kali ada kegiatan Pesparawi ini, Organda selalu digunakan untuk memfasilitasi keberangkatan para peserta Pesparawi.

“Hanya baru kali ini saja kita tidak dipanggil untuk memfasilitasi keberangkatan peserta Pesparawi,” ujarnya.

Dibilang Organda tidak pro aktif, bantah Paman Siwah, selama masa jabatannya ini dirinya sudah melakukkan beberapa program untuk mengaktifkan Organda kembali.

“Kita sudah ikut serta dalam kegiatan Nasional Organda di Jakarta, keberangkatan pun menggunakan dana pribadi, sampai saat ini kita juga telah melakukkan komunikasi dengan Dishub terkait permasalahan-permasalahan angkutan, jadi dimana tidak Pro Aktifnya ?, Dulu waktu organda vakum, masih dipanggil untuk memfasilitasi keberangkatan peserta Pesparawi ini, vakum saja masih digunakan,” terangnya.

Oleh karena itu, Paman Siwah heran, ada apa dengan Pemerintah Daerah sampai tidak menggunakan Organda Kabupaten Kapuas, padahal tarif angkutan organda lebih murah ketimbang menggunakan angkutan luar.

“Untuk bus kita punya banyak, mau yang baru juga ada, jadi apa maksudnya hingga menggunakan bus luar,” katanya.

Dalam waktu dekat ini, kata Paman Siwah pihaknya akan langsung menghadap pihak yang bersangkutan untuk mempertanyakan terkait permasalahan angkutan ini.

“Dalam waktu dekat ini, kita akan menghadap Kabag Kesra atau pihak panitia Pesparawi, untuk mengetahui kejelasan mengenai angkutan ini,” tegasnya.

Dirinya berharap, jika Pemerintah benar-benar ingin serius memajukaan Organda yang ada di Kabupaten Kapuas, harusnya ada mitra kerjasama yang baik, sehingga fasilitas angkutan darat yang ada di Kabupaten Kapuas bisa berkembang dan maju.

“Kalau begini sama saja mengecewakan para sopir angkutan yang ada di Kabupaten Kapuas, harusnya pemerintah lebih mengutamakan yang lokal, bukan yang luar,” pungkasnya. (MI/Beni Roska)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: