Nasabah Komplen PT. Arthaprima Finance Diduga Jual Mobil Bodong

foto Daryanto

Pontianak Borneonetv, Perusahaan PT. Arthaprima Finance dituding melakukan penipuan terhadap nasabah. Hal itu setelah Umam warga Ayani II, Jalan H. Muksin II selaku nasabah mengajukan protes ke perusahaan di kawasan Komplek Ayani Mega Mall Pontianak, Senin (9/10), kemarin. Mereka mengaku tertipu karena pihak perusahaan tidak memberikan blok mesin mobilnya yang asli. Kemarahan nasabah memuncak setelah Kepala Cabang PT. Arthaprima Finance lepas tanggungjawab.

“Saya selaku nasabah mengaku tertipu. Sebab, mobil yang saya beli kepada perusahaan merk Mitsubishi jenis Box ini, blok mesinnya tidak memiliki nomor rangka mesin. Sedangkan di surat tanda nomor kendaraan (SNTK) dan di buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) ada nomor rangka tersebut, tetapi di blok mesin mobil yang saya pakai sekarang tidak ada,” kata Umam kepada Borneone Tv.

Selain itu, Umam juga menjelaskan, salah satu oknum Perusahaan PT. Arthaprima Finance menjanjikan akan menyerahkan blok mesin aslinya setelah melunasi kredit. Namun, hingga waktu pelunasan mobil sampai saat ini, pihak perusahaan tidak menyerahkan blok mesin tersebut.

“Pelaku menjanjikan kepada saya bahwa bilamana mobil telah dibayar lunas nanti, maka blok mesin akan diserahkan langsung. Dengan alasan dari pelaku saat ini blok mesin yang asli sedang diperbaiki. Setelah selama empat tahun lamanya blok mesin tersebut tidak ada, bearti pihak perusahaan PT. Arthaprima Finance telah menipu saya dan saya merasa dirugikan,” ujarnya.

Lanjutnya lagi, Umam mengatakan, dirinya mengancam akan membawa persoalan ini ke ranah hukum. Upaya itu urung dilakukan bila PT. Arthaprima ini memiliki niatan baik mengembalikan uang atau mengganti mobil unit baru yang lengkap dengan nomar rangka dan nomor mesinnya.

“Sampai saat ini saja saya tidak bisa bekerja dengan menggunakan mobil itu, karena takut ditilang oleh polisi dan dibilang sebagai penada barang curian. Sebab mobil yang saya pakai itu bisa dibilang mobil bodong yang di jual pihak perusahan PT. Arthaprima kepada saya. Saya berharap PT. Arthaprima turut bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” harapnya. (yanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.