Setelah 2 Tahun Hirup Udara Bebas, LS Kembali Diamakan Polisi

foto tim

Sintang – borneonetv, Sat Res Narkoiba Polres Sintang kembali mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika, kali ini petugas berhasil menangkap seorang pria yang diduga menguasai Narkotika jenis Shabu berinisial LS (34) warga Jalan Imam Bonjol Kelurahan Tanjung Puri, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang.

Kasat Narkoba Polres Sintang, Iptu Aris Setiawan mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari penyelidikan yang dilakukan anggota Sat Resnarkoba.

“Kami mendapat informasi bahwa yang bersangkutan diduga menyimpan, memiliki, menguasai dan atau menggunakan Narkotika jenis Sabu-sabu,” ungkapnya.

Lanjutnya lagi, Iptu Aris Setiawan menjelaskan, setelah melakukan penyelidikan dan menemukan ciri-ciri pelaku sesuai yang diinformasi oleh masyarakat, petugas langsung melakukan penggerebekan di Jalan Adi Sucipto depan Pasar Inpres.

“Saat dilakukan penggeledahan dan pemeriksaan badan terhadap LS ternyata barang bukti berupa narkoba tidak ditemukan selanjutnya anggota Sat Res Narkoba membawa tersangka di kediaman LS untuk dilakukan penggeledahan dengan disaksikan oleh ketua Rt 01, kita berhasil menemukan barang bukti berupa 1 klip plastik transparan berisi kristal putih diduga shabu di atas meja kecil dikamar tersangka lalu anggota menemukan kotak plastik hitam yang berisi 3 klip plastik transparan berisi kristal putih diduga shabu yang disimpan didalam karpet merah diatas kursi sofa didepan kamar tersangka” jelasnya.

Lbih jauh Aris Setiawan menjelaskan, bahwa anggota juga menemukan 1 buah timbangan digital warna hitam merk CHQ Pocket Scale, 2 buah botol kaca bong, 1 bungkus plastik klip transparan, 2 buah korek api gas.

“Saat ini pelaku yang merupakan mantan napi narkoba yang baru keluar tahun 2015 tersebut beserta barang buktinya telah kita amankan di Mapolres Sintang guna penyidikan lebih lanjut,” tuturnya.

Tersangka akan dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 4 hingga 12 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.