Saprahan, Tradisi yang Tetap Terpelihara

foto agus

Mempawah – Borneonetv, Pada peringatan Robo’-Robo’ yang berlangsung di Kota Mempawah, berdoa bersama memohon kepada Allah Taala agar dihindarkan dari bala’ dan dilanjutkan dengan makan bersama di halaman rumah, menjadi tradisi yang tetap terpelihara hingga saat ini.

Makan saprahan, demikian warga Mempawah menyebutnya, merupakan salahsatu tradisi yang tak hanya ada di Mempawah, tapi juga di Kabupaten Sambas, Ketapang dan Kota Pontianak. Tradisi ini bertahan turun-menurun hingga sekarang.

Sejak pukul 06.00 WIB, satu persatu warga pelbagai daerah di Kabupaten Mempawah menggelar tikar di halaman rumah, kemudian bersama para tetangganya mereka menggelar hidangan khas Melayu dan buah-buahan di atas tikar tersebut.

Mereka duduk dengan rapi dan saling berhadapan. Setelah anggota keluarga berkumpul, orang yang dituakan di daerah itu, didaulat untuk membacakan doa tolak bala. Usai berdoa, beramai-ramai mereka dengan penuh semangat menyantap hidangan yang telah disediakan.

Menariknya, tak seorang pun yang menggunakan alat makan, misalnya sendok atau garpu. Semuanya makan dengan tangan saja. Setelah acara makan usai, perlengkapan hidangan pun dibawa pulang. Tikar digulung dan berangsur-angsur mereka kembali ke rumah masing-masing. (yanto)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.