banner 120x600

Upaya Dini Pencegahan Narkoba , Polresta Pontianak  MOU  Dinas  Pendidikan Kota Dan Kuburaya

foto Sambutan Kapolres Pontianak dalam MOU Dengan Dinas Pendidikan
banner 120x600

Pontianak,BorneoneTv, Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Purwanto menjelaskan bahwa Indonesia saat ini darurat narkoba sehingga Presiden Republik Indonesia , Ir. Joko Widodo menyatakan perang terhadap narkoba dan ditindak lanjuti Kapolri dengan membuat MOU untuk memerangi peredaran dan penyalahgunaan barang haram tersebut.

Dijelaskan Kombes Pol Purwanto saat ini pengedar narkoba menjadikan pelajar dan mahasiswa sebagai sasaran empuk untuk dijadikan pengguna aktif maupun sebagai pengedar barang tersebut. Untuk itu, Kombes Pol Purwanto mengingatkan pelajar dan mahasiswa untuk menjauhi narkoba karena bisa berdampak buruk.

 

“Narkoba itu membawa dampak yang buruk karena bisa menyebabkan seseorang (pengguna) mengalami depresan, stimulant dan halusinogen,” ungkapnya.

 

Untuk pencegahan, Polresta Pontianak melakukan berbagai langkah  strategis dengan melakukan sosialisasi dan penyuluhan dari tingkat Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi dan sudah menjalin kerjasama dengan pihak sekolah yakni menjadi pembina upacara.“Selain menjadi pembina upacara di sekolah, kami juga membentuk komunitas siswa anti anarkoba disekolah,” katanya.

Pentingnya melakukan pencegahan dini terhadap peredaran narkoba dikalangan pelajar, Kombes Pol Purwanto berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bisa memasukan materi pelajaran tentang bahaya narkoba. Selain itu, seluruh masyarakat bisa saling berbagi informasi jika melihat dan menemukan adanya peredaran narkoba dilingkungan sekolah.“Harapan dengan ditandatanganinya MOU (P4GN) generasi muda sudah memiliki tameng kuat untuk menangkal masuknya narkoba di wilayah Kota Pontianak dan Kubu raya,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Mulyadi mengatakan pencegahan dini peredaran narkoba saat ini sangat penting untuk dilakukan semua pihak dilingkan pendidikan. Khusus di lingkungan Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak pihaknya sudah melakukan langkah-langkah antisipasi dengan mengupayakan agar setiap sekolah mengagendakan secara rutin pertemuan dengan orang tua untuk membahas dan menyampaikan bahayanya narkoba dan HIV Aids.“Pertemuan itu minimal tiga bulan, kalau kepala sekolah tidak melaksanakan pertemuan dengan orang tua maka akan berdampak pada penilaian kinerjanya sebagai kepala sekolah,” katanya.

Khusus keinginan Kapolresta agar pencegahan bahaya narkoba bisa masuk pada materi pelajaran di sekolah menurut Mulyadi keinginan tersebut sangat baik dan pihaknya selalu siap bekerjasama dengan Polresta Pontianak.Sebagai tindak lanjut dari MOU ini kita akan masukan materi pencegahan bahaya narkoba ini pada materi muatan lokal sehingga setiap sesi pembelajaran yang dilakukan oleh guru bisa dilakukan setiap hari,” katanya.Selain masuk dalam pelajaran muatan lokal, materi akan bahaya narkoba juga dimasukan pada meteri pelajaran umum lainnya seperti pelajaran penjaskes, biologi, fisika dan pelajaran agama.(Js)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: