Kejari Pulpis Road Show ” Kini, Giliran Ibu-Ibu Jemaah Masjid Baiturrahman Yang Mendapat Peyuluhan Hukum

banner 120x600

Pulang Pisau ,BorneoneTv  – Salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hukum, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pulang Pisau melakukan Road Show penuluhan hukum kepada masyarakat.  Setelah sebelumnya masyarakat Desa Mintin, kini giliran Ibu-ibu yang tergabung dalam jemaah Masjid Baiturrahman Desa Anjir Pulang Pisau, yang menjadi sasaran edukasi hukum, Jumat (24/11/2017). Upaya yang dilakukan Kejaksaan ini, tentu mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat, khususnya masyarakat RT. 01 Desa Anjir Pulang Pisau. Karena melalui penyuluhan hukum ini, masyarakat mendapat banyak pembelajaran yang selama ini tidak di mengerti.

Siti Aisah salah satu jemaah mengaku sangat mengapresiasi upaya yang di lakukan kejaksaan ini dalam memberikan penyuluhan hukum. Sebagai masyarakat awan kata dia, tentu ini menjadi pembelajaran yang sangat berarti. Karena, melalui kegiatan ini banyak pembelajaran hukum yang di dapat, khususnya terkait KDRT dan pernikahan siri dan lain sebagainya. ” Hikmah dan pembelajarannya sangat banyak sekali, dan kami sekarang mulai paham dengan hukum, khususnya terkait KDRD, ” ujarnya

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pulang Pisau, H. Maryadi Idham Khalid SH. MH mengungkapkan, bahwa untuk memberikan pemahaman guna meningkatkan kesadaran masyarakat terkait hukum, Kejaksaan Negeri Pulang Pisau secara bertahap melaksanakan penyuluhan hukum kepada masyarakat. Dia mengaku, masyarakat khususnya di pedesaan, masih banyak yang belum mengerti tentang hukum. Oleh karenanya, melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat memahami terkait persoalan hukum, sehingga dapat meningkatkan kesadaran dan masyarakat tidak mudah melakukan perbuatan melawan hukum. ” Ibu-ibu juga harus berani melaporkan bila terjadi kekerasan dalam rumah tangga, ” ujarnya

Menurutnya, selama ini masyarakat, khususnya ibu-ibu yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) selalu menutup-nutupi dan ketika mengalami KDRT enggan melaporkan kepada pihak penegak hukum. Salah satu alasannya, karena minimnya pengetahuan hukum dan karena rasa takut yang menghantui mereka. Padahal kata dia, mereka punya hak untuk melaporkan dan di lindungi hukum. ” Harapan saya, ini bisa membuka wawasan dan pengetahuan serta dapat menedukasi, sehingga mereka terhindar dari KDRT dan perbuatan yang melawan hukum, ”  terang pria yang sebelumnya bertugas di Kejagung ini (bah/git)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: