Dusun Suap Kecamatan Mempawah Hilir Dikepung Banjir

foto Ratusan rumah didusun suap Kec. mempawah Hilir terendam air

Mempawah – Borneonetv, Sebanyak puluhan rumah warga dilanda banjir sepekan terakhir. Warga Kota Mempawah terpaksa harus disibukan dengan banjir yang mentenggelamkan sebagian rumah mereka. Sebelumnya musibah banjir telah diantisipasi warga, karena sebelumnya di wilayah hulu terutama di Kecamatan Toho telah terlebih dahlu terendam banjir.

Tumpangan air banjir di Kecamatan Toho, dipastikan warga akan merambah ke beberapa desa Kota Mempawah yang termasuk dataran rendah. Seperti di Dusun Suap, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir.

Dimana di Desa Pasir, Dusun Suap tersebut, kondisi air telah merendam puluhan rumah warga, tempat sekolah, dengan ketinggian air bervariasi antara satu setengah meter hingga sampai ketinggian lutut orang dewasa.

Bahkan hasil pantauan di lapangan, Selasa (28/11/2017), akses transportasi lumpuh total, karena kondisi warga setempat mulai sulit dan aktivitas terganggu. Selain itu, untuk melakukan aktivitas sehari-hari hanya menggunakan sampan saja. Akibat banjir itu, bukan hanya merendam lingkungan dan rumah warga. Namun, juga merusak sejumlah tanaman milik warga setempat.

“Rumah saya sudah terendam banjir. Dari semalam air mulai tinggi, rumah saya saja tergenang air sampai 1 meter. Saya berharap mengenai permasalahan ini, dari pihak pemerinta bisa mengatasi dan mencari solusi terbaik untuk warga Dusun Suap. Karena hampir setiap tahunnya warga kita merasakan dampak seperti ini,” ujar salah satu warga Dusun Suap, Desa Pasir, Jainah, kepada Borneonetv.

foto Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Mempawah, WR. Fahrudin membenarkan,

Selain itu, Menurut Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Mempawah, WR. Fahrudin membenarkan, banjir yang melada Kabupaten Mempawah merendam pemukiman rumah penduduk. Satu di antaranya di Dusun Suap, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir.

“Sejak seminggu yang lalu warga sudah mulai mengevakuasi diri dengan menyelematkan beberapa barang penting serta jiwa mereka. Bahkan kewaspadaan seluruh pihak akan adanya banjir sudah dilakukan sejak awal. Banjir yang melanda di daerah Kecamatan Toho menjadi acuan utama bagi masyarakat untuk terus memantau keadaan tingginya air,” jelasnya.

Lanjutnya lagi, Fahrudin mengatakan, pihaknya siap menyalurkan bantuan. Hanya saja tentunya diverifikasi dulu sejauh mana dampak banjir tersebut. Kemudian, apa-apa yang dibutuhkan, tentunya perlu diinventarisir.

“Kita pasti siap menyalurkan bantuan. Kan kita mesti tahu dulu, berapa jumlah warganya, terus apa yang dibutuhkan,” tuturnya. (yanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.