Warga Sintang Serahkan Senjata Api Kepada Satgas TNI

foto Warga Sintang serahkan Senpi ke TNI
Sintang,Borneonetv.Lusi (50) warga di Desa Senangan, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang menyeragkan senjata api rakitan jenis bomen kepada Sargas Kodam XII/Tpr, Jumat (25/1).

Menurut Kapendam XII/Tpr Kolonel Inf Tri Rana Subekti Satgas Kodam XII/Tpr kembali menerima senjata api rakitan jenis bomen dari warga atas nama Lusi (50) di kediamannya yang berada di Desa Senangan, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang.

“Penyerahan senjata ini adalah murni sukarela dari saudara Lusi setelah mendengar penyuluhan bahaya dan larangan kepemilikan senjata api rakitan,” kata Kolonel Infanteri Tri Rana Subekti, S.Sos, Sabtu (26/1), saat ditemui.

Dikatakannya, semakin hari semakin banyak warga yang menyadari tentang betapa berbahayanya memiliki senjata api rakitan terlebih senjata api itu adalah ilegal menurut undang-undang. Karena dapat membahayakan keluarga serta masyarakat lingkungan sekitar.

“Tim Satgas Kodam XII/Tpr untuk kesekian kalinya menerima penyerahan senjata api rakitan secara sukarela  dari masyarakat daerah Kalbar, dan itu tentunya juga hasil kerja sama yang baik antara warga sekitar dan Tim Satgas Kodam XII/Tpe,” jelasnya.

Dijelaskannya, penyerahan Senjata api ilegal ini berawal dari usaha Tim Satgas Kodam XII/Tpr dalam pelaksanaan komunikasi sosial kepada warga sekitar Desa Mungguk Gelombang, dengan memberikan penyuluhan tentang bahaya dan larangan memiliki senjata api rakitan secara pribadi. Lusi yang kebetulan sedang bersilaturahim di rumah salah seorang warga Desa Mungguk Gelombang mendengar penyuluhan tersebut.

Usai mendengarkan penyuluhan, Lusi kembali ke rumahnya di Desa Senangan, menghubungi anggota Tim Satgas Kodam XII/Tpr dan menyampaikan bahwa dirinya memiliki senjata api rakitan dan akan menyerahkannya secara sukarela.

“Tepat pukul 16.00,satu pucuk senjata api jenis Bomen diserahkan kepada anggota Tim Satgas Kodam XII/Tpr Serda Didik oleh Lusi secara sukarela dan tanpa adanya paksaan pihak manapun,” ujarnya.

Kapendam XII/Tpr juga mengimbau kepada masyarakat Kalbar pada umumnya, bahwa memiliki senjata api rakitan sangat berbahaya dan dapat memberikan kecemasan karena kekhawatiran akan dapat mencelakakan orang lain.

“Kami mengimbau untuk menyerahkannya secara sukarela kepada Tim Satgas Kodam XII/Tpr yang berada di daerah masing-masing, sudah banyak contoh yang bisa dijadikan panutan, warga yang menyerahkannya secara sukarela,” imbuhnya. (LAY).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.