MI dan Mts Penyumbang Terbesar Nilai UN Merosot

Komisi IV DPRD Kubu Raya saat kunker ke UPT Sui Ambawang meninjau persaiapan Ujian Nasional. Foto: Robby
banner 120x600

Kubu Raya, BorneoneTV. Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah ditengarai penyumbang terbesar merosotnya nilai Ujian Nasional (UN) di Kabupaten Kubu Raya.

“Informasi ini memang harus dikonfirmasi dan croscek ulang ke pihak terkait. Informasi yang kita dapatkan di UPT kecamatan saat kami turun ke lapangan menyebutkan kondisi itu,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kubu Raya, Yuslanik

Disebutkan Yuslanik pihaknya akan mengundang Kementerian Agama (Kemenag) Kubu Raya untuk mendiskusikan hal ini guna mencarikan jalan keluarnya.

“Paling tidak kami berharap Kemenag membuat kebijakan yang lebih ketat mulai dari metode pembelajaran, peningkatan sarana dan prasarana, pembinaan guru dan lainnya,” harapnya.

Informasi didapatnya sambung Yuslanik faktor ini disebabkan karena sekolah-sekolah tersebut lebih cenderung mendalami mata pelajaran keagamaan ketimbang mata pelajaran umum.

“Kita berharap semua pihak untuk serius menghadapi masalah ini agar hasil UN tahun dapat lebih baik dan siswa tidak terbebani dengan masalah yang lebih sulit,” imbaunya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Frans Randus menyatakan Kubu Raya memang terbanyak sekolah MI dan Mts di Kalbar.

“Akan tetapi tidak hanya faktor itu saja yang menyebabkan merosotnya nilai UN namun ada juga faktor lainnya seperti guru yang minim maupun sarana dan prasarana yang belum memadai,” jelasnya.

Pun demikian Frans mengimbau hendaknya Kementerian Agama (Kemenag) mulai selektif terhadap pendirian sekolah-sekolah baru.

“Memang bagus jika banyak sekolah namun mesti diiringi dengan sapras yang memadai, guru yang cukup serta pendukung lainnya,” pungkasnya.(rob)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: