Ta’ruf dan Dialog Kebangsaan Perkuat Ukuwah Islamiyah

Take: Ta'ruf dan Dialog Kebangsaan Perkuat Ukuwah Islamiyah

Pontianak-BorneoneTV, Pj Gubernur Kalbar Drs Dodi Riyadmadji, MM mengatakan kegiatan Ta’aruf dan dialog kebangsaan dapat dijadikan sebagai momentum sekaligus memperkuat ukuwah islamiyah terhadap forum atau organisasi keagamaan seperti MUI Kalbar yang memanfaatkan untuk berdialog, bertukar pikiran, dan mencari solusi bagi upaya membangun kehidupan dan kerukunan umat beragama yang lebih baik di wilayah Kalimantan Barat Khususnya.

“Ta’aruf dan Dialog kebangsaan yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan MUI Provinsi Kalbar ini memiliki arti penting dan strategis, karena mengingat belakangan ini, bahwa bangsa indonesia saat ini tengah mengalami ujian yang dapat mengganggu rasa, semangat dan jiwa persaudaraan kebangsaan indonesia,” kata Pj Gubernur Kalbar, Senin (28/5) dalam sambutan yang disampaikan oleh Karo Humas dan Protokol Setda Kalbar Dr H Syarif Yusniarsyah, saat menyampaikan sambutan pada acara Ta’aruf dan Dialog Kebangsaan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Barat di Grand Mahkota Hotel.

Pj Gubernur Kalbar juga mengajak segenap peserta ta’aruf/pengurus baru MUI Kalbar untuk dapat memperbanyak dialog kebangsaan atau halaqah kebangsaan di masyarakat. “MUI harus mampu berpikir rasional akan peran dan fungsinya sebagai pemimpin umat, memegang teguh etika dan moral, sehingga mampu mengarahkan dan mengawal umat islam dalam melaksanakan akidah islamiyah yang tumbuh dari kepribadian dan selaras dengan jati diri bangsa yang sehat,” ajaknya.

Dikatakannya, MUI merupakan organisasi keagamaan yang dilahirkan oleh para ulama dan cendikiawan muslim yang berkembang dikalangan umat islam dalam mewujudkan nilai nilai universal islam sebagai landasan bagi pembangunan masyarakat yang maju dan berakhlak.

MUI tidak berbeda dengan organisasi organisasi kemasyarakatan lainnya, yang memiliki keberadaan otonom dan menjunjung tinggi semangat kemandirian ini ditampilkan dalam bentuk tidak tergantung dan terpengaruh kepada pihak pihak lain diluar dirinya dalam mengeluarkan pandangan, pikiran, sikap dan mengambil keputusan atas nama organisasi.

Dijelaskannya, diera globalisasi sekarang ini, pemerintah dan masyarakat hendaknya bersama-sama bergotong royong mengisi ruang-ruang bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan pemahaman keagamaan yang tidak sempit, atau menggunakan istilah tanpa egoisme agama, yang di tandai adanya keinginan kuat untuk membangun suatu masyarakat Indonesia yang baru yang adil, sejahtera, demokratis dan beradab.

Sudah menjadi suatu keharusan bagi MUI untuk meneguhkan jati diri dan itikad dengan suatu wawasan untuk menghela proses perwujudan masyarakat Indonesia baru, yang tidak lain adalah masyarakat madani yang menekankan nilai-nilai persamaan manusia, keadilan dan demokrasi.

“Mari kita secara bersama sama membangun bangsa dan daerah kita, serta senantiasa pula berupaya menciptakan situasi yang kondusif dengan membangun kesadaran dan komitmen untuk mengedepankan persatuan dan kesatuan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, demi terwujudnya masyarakat Kalbar yang sejahtera,” ujarnya. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.