Pj Gubernur Kalbar Minta Dieliminir Faktor Pemicu Karhutla

Take : Upaya Petugas mematikan api kebakaran lahan

Pontianak-BorneoneTV, Pj Gubernur Kalbar Drs Dodi Riyadmadji, MM meminta agar Faktor-faktor pemicu Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) perlu segera dieliminir dalam rangka mengurangi potensi dan dampak dari Karhutla.

“Sebagian besar bencana Karhutla yang terjadi adalah akibat faktor kesengajaan/ kelalaian (man-made disaster) khususnya akibat aktivitas pembakaran lahan untuk pembukaan lahan untuk perkebunan/perladangan khususnya di lahan gambut,” kata Pj Gubernur Kalbar, Senin (23/7), dalam sambutan yang disampaikan Sekda Kalbar Dr HM Zeet Hamdy Assovie, MTM saat menerima Kunjungan Kerja Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar.

Dikatakannya, dampak karhutla ini akan semakin memburuk dan berkepanjangan apabila tetjadi pada lahan gambut, mengingat berdasarkan hasil studi untuk memadamkan 1 M3 lahan gambut dibutuhkan 900 liter air.

“Wilayah bergambut di Kalbar mencapai hampir 12% dari luas Wilayah provinsi Kalbar. Penanganan dan pencegahan kejadian karhutla khususnya pada lahan-lahan gambut ini harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak di Provinsi Kalbar, karena dengan upaya pemadaman secara tradisional dapat dipastikan sangat mustahil api untuk dipadamkan,” jelasnya.

Berdasarkan data dari BPBD Provinsi Kalbar, jumlah desa di Kalbar yang berpotensi tinggi terjadi karhutla apabila curah hujan berkurang dan yang telah dipetakan sebanyak 182 desa dengan potensi terbanyak di Kabupaten Ketapang sebanyak 45 desa; disusul Kabupaten Sintang 34 desa; Kabupaten KKR 18 desa; Kota Singkawang 17 desa; Kab. Sekadau l4 desa; serta desa-desa lainnya di Kabupaten Mempawah, Sanggau, Landak, Sambas, Bengkayang, Kapuas Hulu, Melawi, Kayong Utara dan Kota Pontianak.

“Bencana karhutla merupakan bencana yang dampak cakupannya cukup luas untuk itu upaya penanganannya juga harus dilakukan secara komprehensif dengan perlibatan multipihak baik itu pemerintah, dunia usaha dan khususnya masyarakat,” ujarnya. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.