Lima Pelaku Pembakar Lahan Telah Diamankan Polda Kalbar

banner 120x600

Pontianak,BorneOneTV-Musim kemarau lebih awal melanda Kalbar, titik api bermunculan di areal tanah gambut karena ulah manusia yang membakar dan Lima orang pelaku Karhutla telah kita amankan oleh pihak kepolisian.

Kapolda KalBar Irjend Pol. Drs Didi Haryono SH MH mengatakan, bahwa saat ini sudah ada lima tersangka yang diamankan dan dalam proses penyidikan, dua di antaranya berkasnya sudah P.21 dan segera barang bukti dan tersangka kita limpahkan ke kejaksaan, “ucap Kapolda

Dalam dua pekan terakhir, personel TNI-Polri, BPBD Kalbar bersama pemadam swasta tanpa mengenal waktu bahu membahu memadamkan lahan gambut yang kaya mengandung Karbon. Tanah gambut yang mengering sangat rentan terbakar, maka perlu kepedulian dan kehati-hatian warga masyarakat dalam mengelola lahan ini,”terangnya.

“Sudah ada empat orang menjadi korban, mati terkepung api saat membakar lahannya sendiri. Mereka pingsan menghirup asap dari kobaran api yang mengandung racun Karbondioksida dan Karbonmonodioksida, dan akhirnya terbakar,”jelas Kapolda

Dijelaskan, Provinsi Kalimantan Barat wilayahnya cukup luas, peringkat ke-empat provinsi terluas wilayahnya. Stuktur tanah juga ada dua, yaitu tanah mineral dan tanah gambut, ada 2.130 desa, di mana 182 desa yang berpotensi terjadinya Karhutla. Untuk itu mengajak warga untuk saling menjaga wilayahnya, laporkan apabila ada permasalahan,”pinta Kapolda.

“Bagi masyarakat yang mengetahui, melihat orang yang melakukan pembakaran dan apabila menjadi korban Karhutla segera melaporkan kepada aparat Kepolisian dan silahkan di videokan,”tegas Kapolda

Kewajiban, larangan dan sanksi bagi pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) sudah jauh hari disosialisasikan kepada masyarakat. Disampaikannya lewat maklumat itu, setiap warga negara Indonesia berkewajiban menjaga flora dan fauna serta memelihara lingkungan. Saat ini wilayah Kalimantan Barat sudah memasuki musim kemarau sehingga rawan kebakaran atau pembakaran.”Diberitahukan kepada seluruh warga masyarakat Kalbar untuk tidak melakukan pembakaran hutan, lahan, dan kebun,”himbau Kapolda.

Kebakaran hutan bisa mengakibatkan kerusakan syaraf otak, menghambat kecerdasan dan pertumbuhan anak-anak, mengganggu aktivitas belajar anak di sekolah, menimbulkan penyakit infeksi saluran pernafasan akut, menghambat transportasi penerbangan dan lalu lintas darat maupun laut, serta menghambat pertumbuhan ekonomi.

Bila masih ada yang nekat membakar hutan, maka orang tersebut terancam penjara 10 tahun dan denda ‪10 miliyar rupiah‬. “Bagi masyarakat yang mengetahui, melihat, dan menjadi korban Karhutla agar segera melaporkan kepada aparat Kepolisian, TNI, dan instansi terkait lainnya,”pungkas Kapolda saat menagadakan acara live di televisi, pada hari senin (20/8/2018).(Timhum/Dd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: