Kapolda Kalbar Beri Kuliah Umum Kepada 106 Mahasiswa Baru Program S2 Fakultas Hukum UNTAN

Take : Kuliah Umum Kapolda Kalbar Bagi Mahasiswa Baru Program Magister Ilmu Hukum Angkatan XVIII Fakultas Hukum Untan Pontianak

.Pontianak borneonetv. Kapolda KalBar Irjend Pol Drs Didi Haryono SH MH memberikan kuliah umum Mahasiswa Baru Program Magister Ilmu Hukum Angkatan XVIII Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak T.A 2018/2019, di Aula PMIH Untan Pontianak, Minggu (2/9/2018).

Dekan Fakultas Hukum Untan Dr. Sy. Hasyim Azizurrahman S.H., M.Hum, dan Ketua Program Magister Hukum membuka serta memberikan sedikit kata sambutannya didepan 106 Mahasiswa Baru Program S2 Ilmu Hukum Untan.

Selanjutnya, Kapolda Kalimantan Barat memberikan kuliah umum dengan bertemakam Strategi Polda Kalbar Menjaga Kondusifitas Kamtibmas dan Mencegah Radikalisme di Era Globalisasi Guna Mendukung Pembangunan Daerah Provinsi Kalbar.

Diharapkan, para mahasiswa dan pembaca lainnya memiliki semangat dan wawasan kebangsaan untuk sebagai mitra Polda Kalbar. Itu dilakukan dalam rangka meningkatkan daya tangkal, daya cegah, daya penanggulangan, serta daya rehabilitasi terhadap berbagai jenis gangguan Kamtibmas yang bersifat radikal guna mendukung pembangunan Kalbar.

Banyak hal yang disampaikan Kapolda Kalbar, satu diantaranya mengenai isu kebhinekaan. “Situasi nasional sangat dipengaruhi oleh perkembangan internasional dan regional. Isu kebhinekaan dan intoleransi tiba-tiba menjadi atensi semua pihak. Keutuhan NKRI tengah mendapat ujian melalui momentum pesta demokrasi, penegakkan hukum, serta hubungan luar negeri,” ujar Drs Didi Haryono SH MH.

Dijelaskan, masyarakat Indonesia khususnya para netizen di media-media sosial, seperti terpolarisasi menjadi beberapa kelompok. Polarisasi ini disadari atau tidak merupakan warisan dari ajang pesta demokrasi beberapa waktu lalu dan sekarang mulai menghangat kembali. Kemudian berkembang menjadi polarisasi kelompok masyarakat yang mendukung pemerintah dan yang tidak mendukung.

“Situasi semakin rumit ketika perhelatan pesta demokrasi melalui pemilu ini seakan menjadi batu loncatan untuk melanjutkan polarisasi dukungan. Perkembangan media sosial dengan netizennya, menjadi etalase bagaimana situasi politik memberikan pengaruh kuat pada cara berpikir sebagian masyarakat Indonesia. Situasi nasional diwarnai dengan isu-isu keagamaan, suku dan ras yang sangat rawan bagi keutuhan NKRI serta semangat kebhinekaan yang selama ini dijaga,”Kapolda Kalbar Drs Didi Haryono SH MH.(Tim Hum/Dd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.