Warga Resah, Pencuri Gentayangan Dimalam Hari

take : pencuri marak dimalam hari dikota Sungai Pinyuh mempawah(ilustrasi )

Mempawah – Borneonetv, Maraknya aksi kriminalitas pencurian sejak beberapa pekan terakhir, membuat warga Desa Sungai Bakau Besar Laut, Kecamatan Sungai Pinyuh resah. Berdasarkan informasi di lapangan, dalam dua minggu terakhir, telah terjadi beberapa tempat yang berbeda.

Tak tanggung-tanggung, maling yang hampir setiap malam beraksi dengan membobol jendela itu pun tega mencuri harta korban mulai dari barang elektronik dan berupa uang tunai. Pelaku kerap beraksi di malam hari saat penghuni rumah tengah tertidur pulas mau pun rumah dalam keadaan kosong. Warga pun heran, meski kerap beraksi para pelaku seperti tidak terendus oleh aparat kepolisian.

Salah satu korban pencurian, Hj. Rukiah (69 th), warga Sungai Bakau Besar Laut, saat dikonfirmasi wartawan Borneonetv membenarkan, bahwa dirinya menjadi korban pembobolan rumah pada hari Minggu malam (9/9/2018), kemarin. Ia mengatakan, maling yang masuk ke dalam rumahnya itu melalui jendela, yang dicongkel diduga menggunakan obeng. “Pencuri itu masuk ke dalam rumah lewat jendela kamar saya,” ucap Rukiah, Senin Sore (10/9/2018).

Lanjutnya lagi, Rukiah menceritakan, kejadian itu bermula saat ia pergi ketempat acara pesta pernikahan saudaranya yang tidak jauh dari rumahnya. Setelah usai pesta pernikahan tersebut, sekira pukul 22.00 wib korban pulang kerumahnya dan sesampainya di rumah, keadaan kamar masih utuh seperti semula. Keesokan paginya dirinya bangun dan membuka jendela kamar, dan melihat engsel jendela tersebut sudah terlepas.

“melihat engsel jendela itu terlepas, saya belum curiga bahwa rumah saya di bobol pencuri. Saya baru tahu kalau uang saya digasak pencuri, ketika
Sore harinya anak kandung saya datang kerumah memberi saya uang, uang tersebut ingin saya masukkan ke dalam dompet yang terletak di atas lemari, setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata uang di dalam dompet sekita ratusan rupiah tersebut sudah tidak ada lagi. Saya yakin kemungkinan keadaan rumah yang sepi dimanfaatkan pencuri untuk masuk dan menyeser sejumlah harta benda milik saya,” ujarnya.

Sebelum rumahnya dibobol maling, lanjut Rukiah, beberapa tetangganya juga sudah pernah kemalingan. Setiap kali maling beraksi, selain barang elektronik, uang juga menjadi incaran pencuri.

“Tetangga saya juga sebelumnya kemalingan, dan memang sudah banyak rumah yang kebobolan. Hampir setiap harinya warga di Desa Bakau Besar Laut ini kehilangan barang dari rumah akibat prilaku maling, apalagi saat hujan dan mati lampu itu sangat rawan sekali. Hanya saja warga tak ada yang melaporkan peristiwa ini ke pos Polisi terdekat. Hampir setiap malam pasti ada yang kecurian. Dengan kejadian  ini, saya berharap agar pihak berwajib bisa mengambil langkah agar warga Desa Bakau Besar Laut ini bisa merasakan tidur tenang di malam hari,” pungkasnya. (yanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.