Pemerintah Malaysia Harus Fair Dalam Penegakan Hukum Bagi PMI-Bermasalah

banner 120x600

Pontianak,BorneOneTV- Selama dua hari berturut- turut pada (16-17/10/18) Pekerja Mingran Indonesia (PMI-B) di deportasi dari Malaysia, yakni sebanyak 114 orang melalui PLBN Terpadu Entikong Kabupaten Sanggau.

Kepala BP3TKI Pontianak Maruji Manulang mengatakan (18/10/18), tingginya angka deportasi PMI-B adalah akibat dari masih tingginya minat WNI yang berkeinginan untuk menjadi PMI, akan tetapi tidak mengetahui bagaimana untuk menjadi PMI secara benar,”jelasnya.

Dan pemerintah Malaysia saat ini sangat antusias dalam melakukan razia- razia bagi Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja tidak sesuai prosedur ke Malaysia, termasuk di wilayah Serawak yang menyababkan meningkatnya jumlah PMI Bermasalah yang di deportasi.

“Numun, Saya berharap pemerintah Malaysia juga harus fair dalam penegakan hukum, jangan hanya mengejar dan menangkap PMI kita saja, tapi berikan sanksi kepada pengguna (perusahaan) yang mempekerjakan PMI secara Non-Prosedur. Dengan demikian akan ada efek jera bagi warga Malaysia yang menggunakan PMI secara illegal,”ungkap Maruji Manulang.

Kemudian bagi WNI yang mau bekerja ke Luar Negeri, ikuti dan taati aturan secara secara benar. Sosialisasi tentang bekerja ke LN secara benar masih perlu di tingkatkan bagi masyarakat khususnya di akar rumput. “Saya melihat saat ini peran satgas pencegahan PMI secara non prosedural telah bekerja secara baik dalam melakukan pencegahan dan deportasi, namun yang terjadi saat ini adalah efek domino dari beberapa tahun yg lalu,”ujar Kepala BP3TKI Pontianak Maruji Manulang.

Maruji juga mengatakan, Khusus untuk penanganan deportasi bgi PMI-B biasanya kita selalu berkoordinasi dgn Tim Satgas yang terdiri dari berbagai instansi terkait yang masing- masing istansi telah mempunyai kewenagan dan tugas pokok fungsi tersendiri, sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Gubernur Kal-bar,”pungkasnya.(Dd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: