MBPCG,Kerjasama Berantas Kejahatan Lintas Batas Negara Indonesia-Malaysia

Pontianak.BorneOneTV-Pertemuan MBPCG Ke- 4 dalam Kerjasama Diperairan Perbatasan Negara yang bertujuan untuk Mencegah Kejahatan Lintas Negara, dilaksanakan di Wilayah Polda Kalbar(29/10/18).

ketua tim delegasi mesyuarat CP Dato’ Zainal Abidin bin Kasim, Timbalan Pengarah (Gerakan/PGA) KDNKA (keselamatan dalam negeri dan ketentraman awam) mengatakan, bahwa kejahatan lintas batas negara sedang marak terjadi. Pihaknya menemukan tiga kejahatan utama, yakni perdagangan manusia, penyelundupan dan invasi nelayan asing.

“Kejahatan lintas batas yang paling banyak kami temukan ialah perdagangan manusia, penyelundupan, dan invasi nelayan yang datangnya bukan dari Indonesia dan Malaysia tetapi dari Vietnam, Kamboja, dan Cina,” jelasnya.

Kasus kejahatan tersebut, sambung Datuk Zainal sangat merugikan bagi kedua negara, baik Indonesia maupun Malaysia. Dalam setahun, ujar Datuk Zainal negaranya merugi sebesar 6 juta Ringgit Malaysia akibat invasi nelayan asing.

“Hal itu telah menyebabkan kerugian bagi kedua negara. Di Malaysia saja kami merugi RM6 juta per tahun. Dari segi perairan Indonesia pasti lebih banyak lagi,” jelasnya.

Datuk Zainal menambahkan kejahatan yang sama juga terjadi di wilayah hutan. Terjadi perburuan hewan-hewan langka untuk dijadikan obat dan makanan. Kerugiannya pun, lanjut Datuk Zainal ditaksir mencapai jutaan ringgit pula.

Lebih lanjut, Datuk Zainal mengaku bersyukur atas kerja sama kepolisian dari kedua negara. Kesamaan budaya dan bahasa disebutnya sebagai kelebihan dari Indonesia dan Malaysia.

“Saya sebenarnya secara pribadi bersyukur karena budaya kita yang sama. Bahasa kita pun hampir sama. Terdapat perbedaan sedikit, tetapi tidak begitu sulit dipahami. Ini adalah kelebihan antara Indonesia dan Malaysia,” tutupnya.(Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.