NGO Gemawan Dampingi Dua SD Di Sambas Melalui Pro-InQlued 

caption, :siswa memperlihatkan kondisi dinding SDN 14 yang berlubang -

Sambas.BorneOnetv .Kepala sekolah dasar negeri (SDN) 14 Simpuan Kecamatan Semparuk Kabupaten Sambas, Rusmani mengatakan merasa bersyukur dengan kehadiran lembaga Gemawan, yang melakukan pendampingan program promosi prakarsa masyarakat sipil untuk pendidikan inklusif dan berkualitas (Pro-InQlued).

Ia berharap dengan adanya pendampingan tersebut, sekolah tersebut mendapatkan perhatian dari pemerintah.
“keadaan bangunan sekolah kami masih mengharapkan adanya penambahan  bangunan untuk ruang kelas. Dari kelas satu hingga kelas enam, kita lihat kondisi fisiknya kurang memadai,” ujar Rusmani, Kamis (8/11).
Diungkapkan bangunan sekolah yang dibangun sejak tahun 1983, belum pernah mendapatkan penambahan bangunan ruang kelas baru. Disebutkan dari jumlah 145 siswa, harus menempati ruang kelas dengan kondisi yang kurang memadai.
 “Kami bersyukur dengan hadirnya lembaga Gemawan, dengan adanya kemungkinan yang menjadi harapan kami adanya pembangunan gedung bagi sekolah kami, ” katanya.
Dari pantauan yang dilakukan terhadap SDN 14 Simpuan, kondisi bangunan sekolah terlihat terdapat kerusakan terhadap dinding dan lantai sekolah.
Bahkan pada salah ruang kelas terdapat bekas rembesan air. Ditambahkan oleh kepala sekolah, akibat kekurangan ruang belajar. Ruang yang diperuntukkan bagi perpustakaan terpaksa difungsikan menjadi ruang kelas. “Ruang perpustakaan sementara ini digunakan sebagai ruang belajar untuk siswa kelas tiga, ” katanya.
Encep Endan, salah satu pendamping dari lembaga Gemawan mengungkapkan Pro-InQlued bertujuan untuk mempromosikan tata kelola dan akuntabilitas yang baik di sektor pendidikan dasar di Indonesia.
“Tujuan khususnya adalah untuk memperkuat dan meningkatnya kerjasama antara masyarakat sipil, dengan pemerintah daerah untuk secara efektif mengimplementasikan inisiatif untuk terwujudnya pendidikan inklusif dan berkualitas, khususnya di kabupaten Sambas, ” terang Encep Endan.
Dijelaskan sebagai salah satu aktifitas program Pro-InQlued yang dilakukan, adalah kegiatan kunjungan media massa ke sekolah dampingan. “Dalam hal ini melibatkan Dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Sambas. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini, agar terbangunnya pemahaman bersama terkait potret pendidikan dasar diwilayah program dan mendorong kolaborasi dengan media dalam rangka kegiatan kampanye dan advokasi kebijakan untuk mewujudkan pendidikan inklusif dan berkualitas di kabupaten Sambas, ” jelasnya.
Dikemukakan dalam melakukan kunjungan yang telah dilakukan, dengan mengunjungi SDN 14 Simpuan dan SDN 15 Seburing kecamatan Semparuk. Sementara kepala bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Sambas,  Mufizar mengatakan prihatin dengan kondisi sekolah seperti SDN 14 Simpuan.
Dirinya menegaskan akan berupaya untuk memperbaiki sekolah tersebut. Dirinya mengapresiasi program Pro-InQlued dengan pendamping lembaga Gemawan bersama dengan Uni Eropa dan YAPPIKA.
“Kami akan berupaya semampu kami bagaimana sekolah ini, bisa direhab karena kondisi tidak layak untuk proses belajar mengajar. Kita merasa prihatin, sedih, kami dari dinas berupaya mencari sumber dana untuk rehab sekolah ini. Cuma kita lakukan dengan skala prioritas, ” katanya.
Dikatakan oleh Mufizar,  karena saat ini sudah bulan Nopember sehingga tidak memungkinkan dimasukkan usulan  didalam APBD. Begitu juga dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) katanya, juga tidak bisa untuk diusulkan.
“DAK juga sudah tutup, dan sekarang lagi menyusun anggaran tahun 2019,
Kita upayakan mencarikan sumber dana tahun depan, akan berupaya, namanya masih penganggaran, bantuan pemerintah tahun depan kita belum tahu, kita berupaya semaksimal mungkin, merehab sekolah ini,” tegas Mufizar.
Ia juga berharap Gemawan bisa berkolaborasi  dengan dinas dalam dunia pendidikan. “Bagaimana membantu menyuplai, kami ada sekolah kurang bagus. Bagaimana Gemawan bisa berupaya saling kolaborasi menyelesaikan permasalahan yang ada di sekolah,” katanya. (ra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.