ASN Sambas Diminta Miliki Kapasitas Mumpuni

Sambas,BorneoneTV -Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili mengharapkan Aparatur Sipil Negara (ASN)  di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas memiliki kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni.  Tuntutan kompetensi berkualitas diperlukan bagi aparatur negara saat ini,” katanya.

Bupati berharap ASN Kabupaten Sambas mampu menjabarkan dengan baik visi misi pembangunan daerah. “ASN Kabupaten Sambas saya harapkan  punya komitmen yang baik untuk mengembangkan Kapasitas dan Kapabilitas terutama pada aspek Religius. Pembangunan Akhlak, Moral, saat ini begitu penting,” ungkapnya Rabu (28/11-2018).

Disebutkan, bukanlah hal yang berseberangan dengan kode etik sebagai Pegawai terkait pengembangan kapasitas dan kapabilitas pada aspek religius. Bahkan lanjutnya, hal itu selaras dengan visi misi pembangunan daerah. “Kita berkomitmen pada visi misi pembangunan adalah untuk membangun Kabupaten Sambas yang berakhlakul karimah, unggul dan sejahtera,” katanya..

Aparatur yang memiliki akhlakul karimah terang Atbah akan memberikan dampak positif bagi pembangunan akhlakul karimah secara massif ditengah-tengah masyarakat. Karena Bupati meyakini, keberadaan aparatur ditengah-tengah masyarakat bisa menjadi teladan. “Aparaturnya akhlakul karimah, masyarakat akhlakul karimah, insya Allah keberkahan bagi negeri ini,” terangnya.

Untuk itu Bupati mengingatkan para  ASN kabupaten Sambas, supaya tidak menyepelekan kebaikan akhlak. Pengembangan kapasitas bagi pejabat pengawas itupun menurut Bupati, lebih banyak memberikan muatan materi berkaitan dengan hakikat manusia sebagai Hamba Allah Subhanahu Wa Ta Ala. Disebutkan Bupati, dengan mendekatkan diri kepada Sang Pemilik Hari Pembalasan adalah hal terbaik guna menjauhkan diri seorang insan dari kemaksiatan.

Dalam rangka mewujudkan Akhlakul Karimah di Kabupaten Sambas, Atbah menuturkan telah menggagas beberapa program kerja dan gerakan. Diantaranya, seperti menginstruksikan ASN muslimah mengenakan Jilbab, Membaca Al Quran Sebelum bekerja, menggencarkan Razia Penyakit Masyarakat.

“Juga dengan menginstruksikan dinas pendidikan melakukan gerakan baca Al Quran sebelum memulai aktifitas belajar mengajar di kelas,” ucapnya. (ra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.