Tiga Pilar Wujudkan Pileg dan Pilpres di Kalbar Jadi Aman

oleh

 

Pontianak, BorneOneTV – Pangima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi mengatakan Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kepala Desa/Lurah sebagai garda terdepan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat agar bersama sama bersinergi melakukan upaya pencegahan.

“Sinergitas tiga pilar ini saya harap mampu mengawal dan menjaga serta mewujudkan pemilu yang aman, damai, elegan, dan bermartabat di Provinsi Kalbar,” kata Pangdam XII/Tpr, Kamis (20/12/2018) dalam sambutan yang disampaikan Kepala Staf Kodam XII/Tpr Brigjen TNI Alfret Denny D. Tuejeh saat menghadiri acara Apel Besar Tiga Pilar yang digelar Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) di Ballroom Hotel Aston Pontianak, Jalan Gajah Mada, Kota Pontianak. Kegiatan ini digelar dalam rangka mewujudkan Pemilu yang aman, damai, elegan, dan bermartabat di Provinsi Kalimantan Barat.

Di hadapan kurang lebih 600 peserta yang terdiri dari para Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kepala Desa /Lurah se-Kalimantan Barat, Pangdam XII/Tpr menyampaikan bahwa dihadapkan dengan dinamika di tahun politik ini, banyak pandangan pilihan pada Pemilu dimana dapat menimbulkan gesekan atau perpecahan dalam masyarakat.

Ainergitas tiga pilar penting dilakukan tidak hanya dalam pengaman dalam pemilu saja. Tetapi juga dalam setiap saat dalam rangka mendukung pembangunan di Provinsi Kalimantan Barat. Terlebih dalam membantu program Gubernur mewujudkan program pemerintah Provinsi untuk membangun Desa Mandiri di Kalimantan Barat.

“Sinergitas  yang kuat antara Pemerintah Provinsi, TNI dan Kepolisian akan menjadikan Provinsi Kalbar ini maju, untuk itu mari saling bekerja sama dan saling mendukung,” kata dia.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, mengungkapkan bahwa situasi kondisi wilayah Kalbar dalam memasuki tahun politik  ini di hadapkan dengan dua isu strategis yaitu isu politik dan isu ekonomi, untuk itu diharapkan kepada intansi terkait  bersama elemen  masyarakat untuk menjaga kamtibmas bersama-sama.

“Indeks kerawanan pemilu yg ditetapkan bawaslu di wilayah Kalbar sekarang berada peringkat ke 29 yang di tahun pilkada sebelumnya Provinsi Kalbar berada di peringkat ke dua setelah Papua,” tutur Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji, menyampaikan sinergitas antara TNI – Polri sangat baik di Kalimantan Barat, dan berharap kepada KPU dan Bawaslu agar peka terhadap dinamika yang terjadi di lapangan serta mampu mengatasi masalah-masalah kecil agar tidak berdampak meluas dalam memasuki tahun Politik hingga Pemilu Serentak 2019 nanti.

Selain itu, kegiatan juga diisi dengan pembekalan oleh Ketua KPU Provinsi Kalimantan Barat  dan Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat dengan materi mewujudkan Pemilu 2019 yang aman, damai, elegan dan bermartabat. Itu bertujuan, dalam rangka menciptakan Pemilu yang Jurdil dan Luber di Provinsi Kalbar, serta penjelasan tentang  peran dan fungsi Bawaslu guna antisipasi munculnya pelanggaran dan tindak pidana Pemilu 2019. (Andhika Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.