FPRK Minta Pemda Ketapang Tertibkan  kawasan Hijau Serta Bangunan Ilegal Lainnya

Ketapang.BorneOneTV- Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK) mengecam sikap Pemda Ketapang yang dinilai penakut. Lantaran hanya berani melakukan penertiban dilokasi pasar tersebut tetapi membiarkan lokasi-lokasi Ilegal lain yang ada di Ketapang.

Ketua FPRK, Isa Anshari menilai apa yang dilakukan Pemda Ketapang terkait kembali bergulirnya wacana membongkar Pasar H Bujang Hamdi menunjukkan sikap Pemda Ketapang yang tebang pilih dalam melakukan penertiban terhadap bangunan Ilegal.

“Kami minta Pemda Ketapang juga tegas untuk menertibkan terlebih dahulu tempat tempat maksiat. Seperti tempat lokalisasi Kolam, cafe remang-remang terminal, cafe rangga sentap dan bangunan Ilegal lainnya yang tampak didepan mata pejabat Ketapang,” ujarnya, Selasa (23/7/2019).

Isa menyebut kalau Pemda Ketapang harusnya memprioritaskan membongkar bangunan-bangunan Ilegal yang memberikan dampak negatif. Bukan malah mau membongkar pasar yang menjadi mata pencaharian masyarakat. Bahkan, merupakan tempat masyarakat membeli keperluan dan kebutuhan sehari-hari.

“Harusnya Pemda membuat kebijakan dengan memperhatikan azas kepentingan banyak orang bukan kepentingan atau kebutuhan pihak tertentu,” sebutnya.

Isa juga menilai, menggebunya Pemda membongkar pasar H Bujang Hamdi seolah terkesan karena kepentingan sekelompok orang semata. Apalagi dahulu pasar H Bujang Hamdi pernah dibongkar paksa sehingga terjadi bentrokan antara pedagang dengan aparat. Yang seharusnya bisa dipetik pelajaran dan diambil solusi terbaik dari kejadian tersebut.

“Kami heran, kenapa bernafsu benar membongkar pasar yang menjadi mata pencaharian masyarakat, sedangkan lokasi-lokasi tempat hiburan yang diduga terdapat prostitusi dibiarkan, apakah dengan membongkar pasar kemudian Pemda berani menjamin penghasilan pedagang tidak hilang,” ketusnya.

Untuk itu, Isa berharap agar Pemda Ketapang mengkaji kembali wacana tersebut dan tidak terkesan tebang pilih dalam penertiban. hal terpenting lainnya ia meminta agar persoalan pasar H Bujang Hamdi tidak menjadi komoditi politik bagi pihak-pihak yang ingin menarik simpati masyarakat khususnya pedagang untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

” Saya harap ini semua tidak menjadi komoditas politik menjelang Pilkada mendatang,” tandasnya.

Laporan wartawan
Penulis Raden .Asmun

Pedagang Pasar H Bujang Hamdi Minta Pemda Ketapang minta penegak hukum tidak berat sebelah

KalbarOnline, Ketapang – Wacana relokasi Pasar H Bujang Hamdi oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Ketapang kembali bergulir. Setelah sebelumnya pasar tradisional yang terletak di jalan KH Mansyur, Kecamatan Delta Pawan, Ketapang tersebut pernah di bongkar pada bulan Oktober tahun 2017 lalu.

Relokasi terhadap pasar H Bujang Hamdi muncul kembali setelah adanya desakan dari pedagang Pasar Rangge Sentap kepada Pemda Ketapang beberapa waktu lalu.

Menanggapi wacana tersebut, Ketua Persatuan Pedagang Pasar H Bujang Hamdi, Adam meminta agar Pemda Ketapang tidak tebang pilih jika ingin melakukan penertiban terhadap bangunan yang berstatus Ilegal di wilayah Kabupaten Ketapang.

” Kita minta Pemda Ketapang jangan pilih pilih dalam melakukan penertiban,” katanya saat dikonfirmasi awak media, Rabu ( 14/7/2019).

Menurut Adam kalau banyak bangunan Ilegal yang memberikan dampak negatif bagi masyarakat. Dibanding cuma sibuk mengurus pembongkaran pasar tempatnya dan ratusan pedagang lain mencari nafkah untuk keluarga.

“Lokasi hiburan malam yang diduga menjadi lokasi prostitusi, bahkan bisa menjadi ladang peredaran narkoba. Harusnya itu yang dibongkar habis, jangan hanya terus mengusik keberadaan pasar ini saja,” pintanya.

Permasalahan relokasi pasar H Bujang Hamdi yang kembali bergulir Ini, membuat dirinya dan pedagang merasa ada suatu kepentingan sehingga pihak-pihak terkait selalu ngotot ingin membongkar pasar h bujang hamdi.

” Jangan hanya mementingkan sesuatu hal, tapi juga tolong lihat kepentingan kami pedagang,” tandasnya.(Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.