74 Tahun Indonesia Merdeka,Warga Selat Kering Masih Gelap Gulita Gunakan Lampu Pelita

Kubu Raya.BorneOneTV-Sebanyak 40 Kepala Keluarga(KK)Warga Dusun selat Kering Desa Punggur Kapuas dan Warga Parit timur desa punggur besar,Kecamatan sungai Kakap,Kabupaten Kubu Raya,dambakan adanya penerangan listrik dari PLN di desa mereka.

Berdasarkan informasi, meski sudah puluhan tahun Indonesia merdeka, namun mereka belum menikmati penerangan listrik dari PLN.

Salah satu warga setempat Noi mengatakan,”sejak puluhan tahun ia hanya menggunakan Pelita. Hanya bagi yang mampu saja bisa menggunakan mesin diesel pribadi untuk penerangan lampu.”Saya asli lahir disini sudah 30 tahunan lah,belum tersentuh listrik milik PLN,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Desa Punggur Kapuas,Fortonius Darmo saat di temui wartawan media ini pada hari Senin(19/8/2019)mengiyakan jika sudah puluhan tahun masyarakat Warga dusun selat kerinh desa Punggur Kapuas dan warga warga paret timu Desa Punggur besar belum menikmati penerangan listrik.dia penjelaskan sudah dua tahun usulan warga namun sampaia saat ini belum juga trealisas selaku kepala desa merasa terbebani.

Menurutnya,dengan belum masuknya listrik,warganya juga mengalami kesulitan mengakses informasi dari luar desa. Bahkan yang lebih memprihatinkan kata Kades Punggur Kapuas,kondisi tersebut berimbas pada tahap perekonomian warga dan anak anak usia sekolah,yang jauh di bawah garis kemiskinan.

Dengan kondisi tersebut,kades sudah beberapa kali mengajukan permohonan kepada PLN maupun keda pemerintah agar bisa mengalirkan listrik ke desa mereka.Namun hingga saat ini belum ada jawaban pasti terkait permintaan tersebut.

“Harapan ke depannya pemerintah harus lebih maksimal lagi dalam memberantas keterisoliran listrik,terutama di desa terpencil seperti Punggur Kapuas dan Desa punggur Besarvini,” harapnya.

Sehingga masyarakat kata Kades,bisa menikmati listrik,dan dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Selain penerangan yang di harapkan ada 40 Kepala keluarga(KK)mereka juga berharap akses jalan yang kurang lebih 4 Km itu masih merupakan jalan tanah jika paskah musim hujan warga harus rela bergelut dengan kubangan lumpur.”Katanya.(Tim/BorneoneTV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.