Mahasiswa KKU Selenggarakan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Stunting di Desa Rasau Jaya Satu

Kubu  Raya.BorneOneTV- Rapat Kordinasi dan loka karya penangan Stunting Didusun
Kuliah kerja usaha(KKU Terintergrasi PBL)Universitas Muhammadyah Pontianak,telah menyelenggarakan sosialisasi bertema Peningkatan Kapasitas Kader Stunting,Desa Rasau Jaya Satu.”Cegah Stunting: lindungi 1000 hari pertama kehidupan anak dengan gizi seimbang”di.TPQ dusun bina karya Desa Rasau Jaya Satu,Kecamatan Rasau Jaya,Kabupaten Kubu Raya, Sabtu(31/08/2019).

“Sosialisasi ini diambil karena desa Rasau jaya Satu menempati posisi kedua tertinggi kejadian stunting di kecamatan Rasau Jaya.Tercatat sebanyak 71 dari. balita tergolong stunting atau sekitar 26% dari jumlah keseluruhan.Sosialisasi ini bertujuan untuk menekan angka balita yang tergolong stunting,selain itu juga sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan bagi para ibu balita.

Sosialisasi ini menghadirkan 2 pemateri yaitu.Melly Sabeti tentang Stunting dan. Cristin Yuni tentang Cara Pengukuran yang merupakan mahasiswa Universitas Muhammadyah Pontianak.Sosialisasi ini dihadiri peserta sebanyak 74 orang yang terdiri dari ibu-ibu balita yang tergolong stunting.Para ibu kader posyandu,para perangkat desa dan kader-kader posyandu, Dosen Pembimbing Lapangan KKU Desa Rasau Jaya Satu.

Sosialisasi ini dimulai pada pukul 8.30 WIB yang dibuka dengan sambutan dari Kepala Puskesmas Kec.Rasau Jaya yaitu.Supratman.SKMP.dan dilanjutkan sambutan Kepala Desa Rasau Jaya Satu.Bambang Hermanto.S.Pd.i

Eka Yuliana tentang MP ASI Sebagai salah satu pemateri memberikan materi tentang penanganan stuting yang dimulai dari pengertian stunting,penyebab terjadi,perncegahan dan penanganan. Setelah sosialisasi mengenai stunting, lalu dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan MPASI.

Turut hadir diantaranya Kepala Desa Rasau Jaya Satu Kepala Puskesmas Kecamata Rasau Jaya.Tokoh masyarkat.ibu Kader PKK.
Melly Sabeti tentang Stunting Cristin Yuni tentang Cara Pengukuran
Berat dan Tinggi Badan yang benar.
Eka Yuliana tentang MP ASI umur anak 6 bulan keatas dengan memanfaatkan bahan pangan yang ada di masyarakat ( Jagung Manis)
Nike erdianti hilda tentang Makanan Tambahan Peningkatan Gizi anak umur 1 tahun keatas.
Joko Purnomo tentang cara pemilihan bahan Pangan berasal dari ikan yang berkualitas baik.
Darman & Junaidi tentang strategi peningkatan ekonomi

Dalam peningkatan kapasitas kader stunting ini juga membuat komitmen bersama untuk pencegahan stunting dengan penandatanganan komitmen bersama oleh aparatur desa dan kepala puskesmas rasau jaya satu beserta kader posyandu dan masyarakat dusun bina karya. selain itu
Tujuan dari pelatihan ini ialah memberikan referensi kepada ibu bayi dan balita agar tidak bosan dengan makanan sehari-hari yang diberikan. Selain itu,agar para ibu balita juga lebih mengetahui kandungan gizi yang diberikan kepada bayi dan balita,karena makanan yang tidak cukup bergizi adalah pemicu terjadinya stunting.”(Tim/BorneoneTV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.