Midji Ancam Akan Berikan Sanksi Bagi Developer Buka Lahan Dengan Membakar

banner 120x600

Pontianak.BorneOneTV-Gubernur Kalbar H Sutarmidji mengancam kepada semua Developer yang membuka lahannya dengan cara membakar lahan.

“Kalau yang namanya buka lahan dengan cara membakar itu pasti selsai. Saya tidak ada kompromi, Developer yang buka lahan dengan cara membakar pasti akan saya berikan sanksi,” ancam H Sutarmidji, Minggu (15/9) saat memberikan sambutan dan sekaligus menutup Real Estate Indonesia (REI) Expo Kalbar, di Pontianak Convention Center.

Dikatakannya, saat ini sudah ada 103 Perusahaan perkebunan maupun yang sudah diperingati dan yang disegel ada 46 perusahaan dan yang disanksi dan tidak boleh digunakan selama 3-5 tahun itu ssbanyak 15 Perusahaan.

“Yang sudah kita proses hukum ada 5 perusahaan. Ada 5 lagi yang sedang kita usulkan untuk dicabut izinnya,” ingatnya.

Kemudian, kedepan, Pemprov Kalbar berencana akan menuangkan larangan ini dalam Perda Kalbar biaya pemadaman api Dilokasi Kordinat milik perusahaan yang mendapat konsesi lahan maupun yang punya lahan secara hak milik dan semua biaya akan dibebankan kepada mereka semua.

“Kalua tidak gitu, tak akan selesai-selesai masalah asap ini. Jangan kira ini hanya gertak semata. Semua sudah kita jalankan,” ingatnya lagi.

Gubernur Kalbar juga berharap tahun ini menjadi tahun terakhir permasalahan kabut asap seperti ini dan Pemprov Kalbar, dan Pemkab selalu disalahkan oleh Pemerintah Pusat .

“Gubernur tidak memiliki kewenangan untuk memberikan izin. Yang memiliki kewenangan ada di Bupati Dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ujarnya.

Gubernur walau kedudukannya sebagai Wakil Pemerintah Pusat didaerah terbatas pada kewenangan-kewenangan yang belum diatur secara rinci, akhirnya, supaya Gubernur memiliki kewenangan landasan hukum, dirinya akan membuat Peraturan Gubernur Kalbar.

“Pergub ini akan kita tuangkan dalan Perda dan Bupati yang tidak berani ambil tindakan, saya akan kurangi arah pembelanjaan APBD ke wilayah dia,” ingatnya lagi.

Kemudian, mantan Wali Kota Pontianak juga mengingatkan Pemkab Kubu Raya, ada oknum pejabat yang menghambat aparat pencegahan Karhutla menuju lokasi karhutla.

“Kalau ada oknum seperti ini di semua Kabupaten. Apa yang bisa kita buat, sebagai pelindung, korporasi-korporasi yang merusak. Oknum tersebut menghambat tugas penanggulangan Karhutla,” ujarnya. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: