Pangdam XII/Tpr Sematkan Tanda Kehormatan Saat Jadi Irup HUT TNI Ke 74 Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Muhammad

banner 120x600

Kubu Raya.BorneOneTV-Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Muhammad Nur Rahman menyematkan Tanda Kehormatan atau Satya Lencana kepada Prajurit TNI saat puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)  TNI Ke 74 di Lapangan Upacara Makodam XII/Tpr, Sabtu (5/10).

Tanda Jasa Satya Lancana Kesetiaan XXXII Tahun disematkan kepada Letkol Inf Ilyanto kemudian, Satya Lancana Kesetiaan XXIV disematkan kepada Letda Laut PM F. Simanjuntak dan Satya Lancana Kesetiaan XVI Tahun disematkan kepada Serma Agus Nurdiansyah.

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, mengatakan, sebagai alat negara, tugas TNI tidak terlepas dari perubahan lingkungan strategis yang berkembang dinamis dan semakin kompleks. Perkembangan dunia telah
menciptakan dimensi dan metode peperangan baru. Kemajuan teknologi yang sangat berguna bagi kehidupan manusia, juga membawa dampak disruptif di berbagai bidang.

“Hal ini telah menjadikan konsep
peperangan menjadi tidak lagi terbatas
dalam suatu batas teritorial dan masuk ke
berbagai dimensi,” kata Panglima TNI, Sabtu (5/10), dalam amanat yang disampaikan Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Muhammad Nur Rahman saat menjadi Irup HUT TNI ke 74 di Lapangan Makodam XII/Tpr.

Sebagai contoh, kata mantan Kasau, perang
siber yang disertai perang informasi,
walaupun tidak menghancurkan, namun
sangat merusak bagi kehidupan
bermasyarakat dan bernegara. Konsep-
konsep inipun mengaburkan filosofi perang
konvensional dengan menggeser dimensi
waktu, karena perang-perang tersebut
terjadi di masa damai. Ditambah lagi potensi
bencana alam yang dapat terjadi setiap
saat. Ancaman militer dan non militer
berubah dan TNI harus siap
menghadapinya.

“Menghadapi kompleksitas ancaman di
atas, diperlukan Postur TNI ideal yang
dibangun sesuai kebijakan pertahanan
negara dan disusun dengan memperhatikan
kondisi geografis Indonesia sebagai negara
kepulauan,” jelasnya.

Dikatakannya, pembangunan Postur TNI
meliputi pembangunan kekuatan,
pembinaan kemampuan dan gelar kekuatan
TNI.

Dalam rangka pembangunan kekuatan
TNI, telah dibentuk beberapa organisasi
baru pada kurun waktu 2018 s.d 2019, yaitu:
Pembentukan Divisi Infanteri-3/ Kostrad, Koarmada III, Koopsau III dan Pasmar-3 Korps Marinir pada tanggal 11 Mei 2018, guna menghadapi trouble spot diwilayah Indonesia bagian Timur.

Kemudian, Pembentukan Satuan TNI Terintegrasi (STT) Natuna pada tanggal 18 Desember 2018 sebagai pangkalan aju bagi unsur-unsur TNI yang beroperasi di wilayah utara Indonesia, dan Pembentukan Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI pada tanggal 30 Juli 2019 untuk menyelenggarakan operasi
khusus guna menyelamatkan kepentingan
nasional di dalam maupun di luar wilayah
NKRI, serta Pembentukan Komando Gabungan
Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I, II dan
III pada tanggal 27 September 2019 untuk menyelenggarakan kampanye militer,
operasi gabungan dan operasi lainnya
dalam rangka melaksanakan tugas pokok
TNI.

“Dalam melaksanakan tugas pokoknya,
TNI harus bahu-membahu dan bersinergi
dengan berbagai komponen bangsa lainnya.
Berbagai kekuatan yang bersatu itu akan
menghasilkan energi yang luar biasa bagi
kemajuan bangsa,” ujarnya. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: