Wagub Kalbar Minta UPT Perkuat Promosi Dalam Menarik Minat Masyarakat

banner 120x600

Pontianak.BorneOneTV-Wakil Gubernur (Wagub) Kalbar H Ria Norsan meminta kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Provinsi Kalbar untuk memperkuat promosi dalam menarik minat masyarakat untuk datang ke Museum.

“Kita harapkan UPT Museum dapat mempromosikan museum kepada masyarakat agar mau datang ke museum. Ayok.. Kita ke Museum,” kata H Ria Norsan, Senin (7/10) saat  Pembukaan Sepekan Festival Museum Dalam Rangka Memperimgati Hari Museum Nasional di Halaman UPT Museum Kalbar.

Wagub Kalbar juga meni|ai bahwa kegiatan Sepekan Festival Museum ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Kalbar khususnya, karena Museum sebagai wadah rekreatif dan edukatif bagi masyarakat sesuai dengan fungsinya bahwa Museum merupakan sebuah Lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan dan pemanfaatan benda-benda bukti materil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa.

“Museum juga merupakan Lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat dan perkembangannya, terbuka untuk umum, memperoleh, merawat, menghubungkan dan memamerkan artefak-artefak prihal jati diri manusia dan lingkungannya untuk tujuan studi, Pendidikan dan rekreasi,” ingatnya.

Mantan Bupati Mempawah juga menyadari, betapa pentingnya memupuk kebersamaan dan menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang memiliki kebhinekaan, keunikan dan keanekaragaman.

“Salah satunya tercermin pada kebudayaan daerah, yang terwujud dalam bentuk benda budaya dan nilai-nilai luhur yang tersebar diseluruh pelosok tanah air, yang dapat memperkokoh dan memperkaya khasanah kebudayaan Indonesia,” jelasnya.

Seperti yang kita ketahui bersama, masih kata orang nomor dua di Provinsi Kalbar, dari kegiatan Pameran jenis dan ragam hias wastra Kalbar kain tradisional merupakan salah satu warisan dari leluhur yang mempunyai nilai budaya yang tinggi.

Yang mana kegunaan kain tradisional itu sendiri pada zaman dahulu hanya digunakan sebagai status sosial di masyarakat, namun seiring berjalannya waktu hingga zaman yang modern ini, kain tradisional dapat digunakan oleh siapa saja tanpa memandang status sosial.

Disamping kain sebagai warisan budaya, masih banyak budaya lainnya yang harus kita lestarikan serta manfaatkan seperti cerita rakyat atau legenda yang di angkat melalui lomba bertutur atau bercerita yang merupakan bagian pelestarian tradisi lisan dari nenek moyang kita hingga sekarang diturunkan secara turun temurun kepada anak-anak, sehingga anak-anak kita tidak selalu bermain game atau gadget yang sudah menjadi candu di zaman milenial saat ini.

Dikatakannya, Pemprov Kalbar menilai, kegiatan yang dilaksanakan oleh Museum sangatlah bemilai positif, agar anak-anak, remaja dan para pemuda generasi penerus bangsa dapat menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsanya, serta menjadi manusia yang berkarakter.

“Pelestarian Budaya lainnya dilakukan melalui peragaan dan praktek kerajinan yaitu mempraktekan langsung kepada masyarakat dari berbagai macam jenis koleksi yang ada,” ujarnya. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: