FGD Merajut Harmonisasi Keberagaman di Bumi Khatuistiwa Dalam Bingkai NKRI

banner 120x600

Pontianak ,BorneoneTV_Bertempat di Gedung utama rektorat Untan, Polda Kalbar menggagas Fokus Group Discussion (FGD) mengusung tema Merajut Harmonisasi Keberagaman di Bumi Khatulistiwa dalam Bingkai NKRI dihadiri segenap unsur forkopimda provinsi, para tokoh masyarakat, para Rektor, para Dosen, Mahasiswa, para Ketua BEM, Pimpinan redaksi media massa dan penggiat media sosial.

Sebagai nara sumber Kapolda Kalbar, Gubernur Kalbar, Pangdam XII Tanjungpura, Prof Topo Santoso guru besar universitas indonesia dan Rektor universitas tanjung pura.

Kepala Kepolisian Daerah Kalaimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH  selaku nara sumber menyambut baik kegiatan ini yang merupakan pintu gerbang dari program maintenance partnership untuk membangun kesepahaman tentang bagaimana menyikapi perkembangan situasi dalam rangka menciptakan dan memelihara kamtibmas sehingga unsur pemerintah, civitas akademika dan unsur masyarakat memiliki cara pandang, semangat dan wawasan yang sama dalam memberdayakan daya tangkal, daya cegah dan daya penanggulangan, terhadap berbagai hal yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di wilayah kalimantan barat,” katanya.

Mencermati sejarah perjuangan, maka sebagai anak bangsa sudah menjadi kewajiban kita semua untuk terus menggelorakan semangat kebhinekaan persatuan dan kesatuan bangsa, dimulai dari lingkup yang paling sederhana yaitu dengan mencintai dan merawat keberagaman yang kita miliki khususnya di bumi khatulistiwa kita/0 tercinta.

“Kalbar merupakan provinsi terluas ke – empat se – indonesia, lebih luas dari keseluruhan pulau jawa dan bali. Yang
memiliki bentangan 1 1/6 pulau jawa dengan luas wilayah 146.807,90 km2 meliputi 14 kabupaten/kota. 174 kecamatan, 2131 desa/kelurahan, memiliki jumlah penduduk terbanyak se-pulau kalimantan dan  berbatasan langsung dengan negara malaysia, dengan panjang perbatasan darat antara indonesia – malaysia ± 966 km,” ujar Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono.

Mengingat kondisi geografis kalimantan barat yang berbatasan langsung dengan serawak (negara bagian malaysia) menjadikan dinamika kamtibmas kalimantan barat mengarah kepada extra ordinary crimes (kejahatan-kejahatan yang bersifat luar biasa), bentuk-bentuk kejahatan
antarnegara seperti perdagangan manusia,
masuknya paham-paham
berimplikasi terhadap gangguan dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

“potensi kerawanan itu semua kita antisipasi dengan tetap mengelolanya agar kamtibmas tetap kondusif, karena situasi kamtibmas yang kondusif adalah modal dasar dari pembangunan nasional. tidak ada satu pun daerah yang dapat meningkat kualitas kehidupan masyarakatnya dan memajukan daerahnya jika kamtibmasnya terganggu. kondisi kamtibmas yang ideal adalah situasi yang adem (aman, damai, energik dan mantap) dalam beraktifitas sehari-hari,” tutur Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono.

Program polda kalbar berkibar menjadi unggulan, untuk mewujudkan hal itu, dengan menerapkan strategi melalui langkah-langkah yang mengedepankan pro-aktif kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya. dituangkan dalam wujud program kebijakan kapolda kalbar yang telah dilaksanakan dalam tiga tahapan terhadap situasi kamtibmas di wilayah kalimantan barat.

Setiap manusia pada dasarnya memerlukan rasa aman. Aman merupakan kebutuhan hakiki setiap manusia. Kita tidak bisa melakukan apapun kalau dihantui rasa kekuwatarin.

“Aman merupakan kebutuhan kita bersama. Aman harus kita kelola bersama dari unsur unsur yang bisa mengganggu, seperti halnya Polri memilah gangguan menjadi empat, yakni kejahatan konvensional; kejahatan tran nasional; berimplikasi kontijensi dan yang merugikan kekayaan negara,” jelas Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Mengakhiri sambutan, Kapolda berpesan  bahwa kalbar memiliki potensi alam yang besar begitu juga Potensi SDM nya banyak.

“Tugas Mahasiswa adalah belajar, terutama akan menjadi kebanggan orangtua saat dilantik wisuda nantinya. Mahasiswa adalah kaum intelek sehingga dalam menyampaikan aspirasi mengedepankan akal, logika dan mematuhi aturan. Kami bangga mahasiswa di Kalbar menjaga identitas diri sbagai seorang mahasiswa dengan tampil mengenakan jaket almamater sehingga kami tau saudara adalah mahasiswa. Adik adik mahasiswa adalah generasi bangsa penerus kami,  generasi boleh berganti namun  Indonesia harus ada selama lamanya,” pungkasnya.

sebagai informasi, turut hadir juga Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Drs Imam Sugianto dan PJU Polda Kalbar ditengah Fokus Group Discussion (FGD) hadir bersama Civitas Akademika Untan dan perguruan tinggi se-Kalbar.(humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: