banner 120x600

Simpan Berbagai Jenis Senjata Api Ilegal, Pria Ini Diamankan Tim Resmob Polda Kalbar

banner 120x600

Pontianak, BorneOneTV – Tim Resmob Polda Kalbar mengamankan seorang laki-laki warga Kota Pontianak yang menyimpan berbagai jenis senjata api beserta amunisinya secara illegal dirumahnya di Jalan Perdana, Pontianak.

Penangkapan Yusuf, pelaku kepemililikan berbagai jenis senjata api berawal dari adanya laporan masyarakat terkait adanya transaksi jual beli senjata api oleh pelaku.

Ketika dilakukan pemeriksaan oleh Tim Resmob Polda Kalbar ditemukan berbagai jenis senjata api, antara lain satu pucuk senjata api jenis revolver cal 38, satu pucuk senjata api laras pendek jenis revolver cal 22, satu pucuk senjata api jenis pistol cal 99, satu pucuk pistol airgun, dua buah magazin senjata api jenis pistol cal 9 mm, dua pucuk senapan angin lengkap dengan peluru cal 38 mm, caliber 22 mm, caliber 99 mm, 4 buah gas Co2 yang gunakan untuk senjata airgun.
Selain itu ditemukan pula empat buah ketapel, empat buah senjata tajam, satu buah body amor, dua buah handy talky (HT), anak panah, batu kerikil, kelereng, serta butir gotri yang digunakan untuk ketapel.
Menurut pengakuan tersangka, senjata api beserta amunisi yang dibelinya dari seseorang sengaja dipersiapkan untuk keamanan jika terjadi kerusuhan.
Sebelumnya pelaku juga pernah tersandung kasus kepemilikan senjata api dan sempat ditahan.
Menurut Direktur Reskrimum Polda Kalbar Kombes Pol Veris Septiansyah, saat terjadi kerusuhan Pilpres di Pontianak beberapa waktu lalu, aparat yang terluka ada yang terkena peluru anak panah dan beberapa amunisi yang mirip dengan yang disimpan pelaku. Dan pelaku juga sempat terlihat dalam foto- fotonya pada saat terjadi kerusuhan di Jakarta.
“Kita terus kembangkan kasusnya, apakah ada keterlibatan pelaku dalam berbagai kerusuhan yang terjadi di Pontianak, maupun yang terjadi di Jakarta,” ujar Veris
Atas kepemilikan senjata api ilegal, pelaku akan dijerat dengan pasal 1 ayat (1) dan pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI nomor 12 tahun 1951 dengan acaman kurungan 20 tahun atau penjara seumur hidup. [Dodi Rahman]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: