Buka Pelatihan Satpam, Sekda Kalbar Ingatkan  Tenaga Satpam Dapat Diberdayakan

banner 120x600

Pontianak, BorneOneTV – Sekda Kalbar AL Leysandri membuka Pelatihan Satuan Pengamanan (Satpam) Provinsi Kalbar dihalaman Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Polda Kalbar, Selasa (22/10). Sekda Kalbar AL Leysandri mengatakan, penyelenggaran program pelatihan ini sangat memiliki keterbatasan pembiayaan untuk merekrut semua calon tenaga SATPAM, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk dapat ikut serta pada kegiatan pelatihan ini.

“Tahun 2019 ini, hanya 100 orang dialokasikan untuk mengikutinya dan Saudara-saudara telah terpilih melalui proses perekrutan dan peseleksian di 6 Kabupaten/Kota yang

terpilih,” kata AL Leysandri.

Kemudian, Sekda juga meminta peserta yang telah mendapat kesempatan ini harus mensyukuri dan menggunakan peluang waktu 23 hari ini untuk menekuni pelatihan di Sekolah Polisi Negara ini.

“Pergunakan kesempatan ini secara baik, belajarlah dengan membangun disiplin dan mentalitas kepribadian dan berupaya semaksimal mungkin untuk mendapatkan kemampuan dan kecakapan sebagai anggota Satpam,” ingatnya.

Lebih lanjut Al Leysandri  mengatakan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan satpam ini nantinya peserta akan dibekali berbagai metoda penanganan keamanan dari para pelatih dan instruktur serta akan difasilitasi dengan kelengkapan peralatan latihan pengamanan.

“Setelah selesai pelatihan, Saudara akan mendapatkan Sertifikat dan Kartu Tanda Anggota sebagai Satpam. Saya harap, tidak ada |agi yang mengundurkan diri selama berada di lembaga pendidikan polisi ini. Jika Saudara tidak siap untuk mengikuti pelatihan ini, cepat hari ini juga, saudara mundur agar dapat segera dilakukan penggantian,” ujar AL Leysandri.

Dikatakan bahwa, Pemprov Kalbar melalui program ketenagakerjaan terus mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dimana saat ini tingkat Indeks Pembangunan Manusia Kalbar masih berada di level 66.98 pada tahun 2017 atau berada pada peringkat 30 dari 34 Provinsi di Indonesia.

Untuk meningkatkan keterampilan dan skill masyarakat akan terus kembangkan sejalan dengan perubahan dan perkembangan kemajuan zaman saat ini. Selain itu, dari sektor ekonomi juga mendorong peningkatan ekonomi rakyat dengan meningkatkan produktivitas UMKM dan pembentukan wirausaha baru agar pendapatan masyarakat dapat lebih baik.

“Tahun ini kita telah canangkan untuk membangun Pusat Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja yang berstandar nasional dengan dilengkapi penyiapan Tempat Uji Sertifikasi dan Kompetensi bagi masyarakat agar dapat diterima di pasar kerja dan industri agar masyarakat dapat memiliki keterampilan dengan mengikuti berbagai program pelatihan keterampilan di Pusat Pelatihan ini,” jelasnya.

Saat ini, masih kata Mantan Sekda Sanggau,  kita telah berada pada zaman revolusi industri digital atau yang biasa disebut era 4.0 (Four point Zero), dimana dominasi kemajuan teknologi industri sangat pesat dan sangat cepat berubah ke arah yang semakin canggih dan maju.

Memahami hal ini, masyarakat dituntut untuk mampu mengikuti arus kemajuan modern guna dapat bergerak setara dengan masyarakat yang lain baik dilevel Asia maupun level dunia.

“Kemajuan teknologi yang sangat canggih menuntut kita dan anak-anak kita untuk mampu membangun kualitas kemampuan (skills) yang tinggi sehingga dengan keterampilan itu mereka dapat mandiri dan membangun kualitas hidup yang lebih baik dan lebih maju,” pesannya.

Dijelaskannya, Provinsi Kalbar dalam upaya menekan angka pengangguran terus melakukan berbagai kegiatan, selain pelatihan Satpam juga dilakukan pelatihan keterampilan lainnya yang mendorong para pencari kerja dapat memiliki keterampilan/skill di dalam memasuki dunia kerja.

Tingkat pengangguran yang rata-rata merupakan tamatan SMA/SMK merupakan usia produktif untuk bekerja, sehingga perlu terus disiasati agar mereka tidak sempat menganggur.

Satpam merupakan suatu profesi bukan pekerjaan sampingan atau pekerjaan sambilan yang saat ini masih menjadi cerita bahwa bekerja sebagai Satpam dapat dilakukan sambil melakukan pekerjaan lainnya, sehingga dengan menjadi Satpam dia bisa melakukan apa saja dan berbuat apa saja tanpa mempertimbangkan perilaku dan moralitas yang menyalahi aturan dan norma hukum.

“Seorang Satpam idealnya harus memahami profesinya sebagai pengemban pengamanan diiingkungannya tempat dia bertugas, membantu aparatur kepolisian menjaga kondusifitas keamanan dilingkungannya, serta sebagai deteksi dini terhadap gejala-gejala kriminalitas yang bisa membahayakan mayarakat,” katanya lagi.

Upaya pemerintah melakukan perekrutan dan pelatihan Satpam tahun ini, lebih kepada upaya untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia serta berupaya untuk menekan angka pengangguran dan agar kemiskinan di Kalbar, serta sebagai upaya untuk membantu masyarakat nelayan miskin yang terkena dampak pembangunan pelabuhan Internasional di Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah.

Peningkatan sumber daya manusia ini perlu terus kita bangun dengan berbagai upaya agar kita dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat ke arah yang lebih baik dan berkualitas.

Angka pengangguran yang relatif masih tinggi di Provinsi Kalbar berjumlah 104.518 orang atau 4.14 % dan’ jumlah penduduk sebesar 4,5 juta jiwa ini masih perlu ditekan dengan harapan Karimantan Barat dapat terbebas dari pengangguran. [Lay]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: