banner 120x600

Gubernur Kalbar Ajak Akhiri Buta Aksara dan Dongkrak IPM Kalbar

banner 120x600

Kubu Raya.BorneOneTV-Gubernur Kalbar H Sutarmidji mengajak masyarakat di Provinsi untuk mengakhiri buta aksara.

“Mari kita sama-sama akhiri buta aksara karena ilmu pengetahuan itulah kunci dari kita keluar dari kemiskinan, tanpa itu, mustahil dan tidak mungkin,” ajak H Sutarmidji, Rabu (30/10), saat menghadiri Hari Aksara Internasional Tingkat Provinsi Kalbar Dirumah Pintar Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya.

Dikatakannya, berbicara tentang Hari Aksara Internasional, tentu berkaitan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), karena lamanya orang belajar di Kalbar baru mencapai 7,2 tahun, tapi harapan untuk pendidikan lanjutan bagi anak yang berumur 18 tahun kebawah itu sudah mencapai 16 tahun dan itu sudah bagus, tapi yang 25 tahun ke atas rata-rata baru sekitar 7,2 tahun.

“Inilah yang perlu kita lakukan upaya-upaya untuk menambahnya,” pesannya.

Mungkin akan banyak nanti selain kita memberantas buta aksara, dan buta aksara ini untuk 18 tahun ke bawah mungkin hampir tidak ada, tapi kalau yang 25 tahun ke atas ini yang masih ada.

Masalahnya, pada saat saya menjadi Wali Kota, dirinya protes juga dengan statistik karena tidak menggunakan teknik random sampling gak bisa, ketika mau menentukan buta aksara menggunakan random itulah angkanya jadi tidak valid.

“Dia harus tatap muka harus melalui sensus yang benar sehingga data antara kementerian pendidikan dengan data statistik itu jomplang.
Akibatnya berpengaruh pada IPM kita, inilah yang harus di sinkronkan,” jelasnya.

Dijelaskannnya, data harus di sinkronkan betul dan sinkronisasi data ini sangat penting,
jumlah penduduk juga antara data statistik dan Dukcapil itu bedanya cukup besar di atas 3 persen dan ini juga menjadi masalah bagi kita.

“Sepanjang data tidak genah tidak ada data yang valid tentang berapa persen angka buta aksara di Kalbar,” ujarnya.

Sekarang di era digitalisasi ini gak mungkin itu terjadi, di era keterbukaan transparansi itu juga tidak akan terjadi sehingga generasi sekarang generasi yang betul-betul melek semuanya, jadi jangan biarkan anak-anak kita putus sekolah.

“Terima kasih kepada PLN yang sudah memberikan CSR nya untuk dunia pendidikan dan saya berharap kita seriusi. Saya serius membangun dunia pendidikan dan kesehatan,” ingatnya. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: