Gubernur Kalbar Minta Pertamina Awasi Rantai Distribusi Elpiji 3 Kg

banner 120x600

Pontianak.BorneOneTV-Gubernur Kalbar H Sutarmidji turut menanggapi terjadinya kelangkaan gas elpiji kemasan tiga kilogram yang mulai sulit didapat warga Kalbar di pasaran.

Menurut orang nomor satu di Bumi Tanjungpura ini, kelangkaan gas melon itu tak seharusnya terjadi, sebab persediaan elpiji oleh Pertamina tidak berkurang, bahkan bertambah.

“Saye gak tahu nih sangsotnye (kacau) di mana, karena Pertamina bilang pasokan tidak berkurang, bahkan bertambah. Kenapa sering terjadi seperti ini,” ujarnya saat diwawancarai wartawan di Pontianak, Kamis (31/10).

Sutarmidji menilai terjadinya kelangkaan disebabkan oleh kelalaian PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalimantan Barat mengawasi rantai distribusi. Hal ini ditambah dengan sikap Pertamina yang tidak tegas terhadap mitra atau agen pangkalan penyalur gas elpiji subsidi ini.

Bahkan Midji mengaku telah berulang kali mengingatkan Pertamina untuk melakukan evaluasi jaringan distribusi.

“Saya sudah sering katakan pada mereka, evaluasi jaringan distribusi. Agen-agen yang tidak bisa menjawab kebutuhan di wilayahnya, itu cabut izinnya, jangan dibiarkan. Kalau tidak demikian, tidak selesai-selesai urusan ini. Nanti dua bulan genah (beres), terjadi lagi,” tukasnya.

“Kan tidak mungkin saya terus-terusan minta GM-nya (Pertamina Kalbar) diganti. GM yang sebelumnya baru dua bulan sudah ganti, jangan-jangan GM yang baru ini baru satu minggu sudah ganti lagi, karena dia baru empat hari,” timpalnya.

Untuk itu ia meminta hal ini menjadi perhatian serius Pertamina. Karena hal ini, tegas dia, sangat berdampak pada masyarakat. Terlebih lagi selain mengantri, akibat kelangkaan ini, masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih tinggi.

“Saya minta ditangani betul-betul lah. Kasihan masyarakatnya. Sudah ngantri, harganya mahal, apalagi di daerah. Misalnya di Pontianak harganya Rp16,5 ribu, di Kapuas Hulu bisa sampai Rp30 ribu. Bagaimana masyarakat bisa sejahtera,” tegasnya.

Oleh karenanya, Midji kembali menegaskan agar soal kelangkaan elpiji ini ditangani serius oleh Pertamina. Bahkan ia meminta Pertamina tak segan mencabut izin agen, pangkalan atau pengecer gas elpiji apabila ada permainan sehingga menyebabkan terjadinya kelangkaan. Pemerintah daerah juga dimintanya untuk mengatur hal tersebut dan mencari formula agar persoalan yang berulang ini tak lagi terjadi.

“Saya minta ini betul-betul digenahkan (dibereskan). Cabut saja semuanya (izin pangkalan) kalau mereka curang dalam pendistribusian elpiji. Pemdanya juga harus mengatur. Pertamina juga harus koordinasi dengan Pemda, jangan mentang-mentang BUMN lalu seenaknya saja. Kalau sudah masalah, masyarakat kan tetap mengadu ke Pemda. Itu yang jadi masalah dan harus diselesaikan,” tegasnya.

“Jadi alur distribusinya harus dievaluasi oleh Pertamina,” pungkasnya. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: