Cuka Kayu Solusi Buka Lahan Tanpa Membakar

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono bersama jajarannya menyaksikan pembuatan cuka kayu yang dipercaya dapat menekan pembakaran lahan yang selama ini menjadi alasan oknum masyarakat untuk menyuburkan tanah di Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (29/11/2019). Foto: BorneOneTV.com/Martono

Kubu Raya,  BorneOneTV – Berbagai cara dilakukan menekan kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Seperti inovasi yang dibuat Manggala Agni Daerah Operasi Pontianak, yakni Cuka Kayu atau Asap Cair.

Cuka kayu dapat gunakan sebagai pupuk. Dan diharapkan dapat menekan pembakaran lahan yang selama ini menjadi alasan oknum masyarakat untuk menyuburkan tanah. Selain sebagai pupuk, cuka kayu juga dapat digunakan sebagai pestisida,  pengental karet, obat luka hingga sebagai pengawet makanan.

 

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan terobosan yang dikembangkan ini sangat baik dan dapat menciptakan  lapangan kerja bagi masyarakat.

“Selain itu juga dapat menjadi role model (contoh) bagi daerah lain karena banyak manfaatnya dan yang pasti dapat mencegah kebakaran lahan,” ujar Kapolda ketika menyaksikan pembuatan cuka kayu bersama jajarannya di Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (29/11/2019).

 

Kepala Manggala Agni Daerah Operasi Pontianak, Sahat Irawan Manik menjelaskan, terobosan ini dibuat saat petugas melaksanakan patroli dan masyarakat meminta solusi cara bertani tanpa membakar lahan. Yakni memanfaatkan sisa kayu tebangan yang terbakar dan mengolahnya menjadi cuka kayu.

“Dan petugas memfaatkan cuka kayu sebagai suatu solusi untuk berladang. Manfaat cuka kayu ini sangat besar, karena bisa menjadi solusi alternatif bagi para petani,” tutur Sahat.

 

Lebih lanjut Sahat, mengatakan  cuka kayu ini memiliki nilai ekonomi tinggi. Dia menambahkan,  penggunaan cuka kayu sudah mulai diuji coba dan disosialisasikan kepada masyarakat sejak tahun 2017 lalu.

“Namun  baru kali ini dilakukan diuji coba dalam skala besar dan terbukti cuka kayu ini bisa untuk dijual maupun digunakan sendiri oleh petani,” tutupnya. [Martono]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.