Selama tahun 2019, Kejari Mempawah Tangani Tujuh Kasus Korupsi.

oleh

Mempawah, BorneoneTV – Dalam upaya menekan angka kasus korupsi yang terjadi di Kabupaten Mempawah, Kejaksaan Negeri Mempawah, Senin (9/12/2019), membagikan stiker Memperingati Hari Anti Korupsi. Pembagian stiker langsung dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mempawah, Antoni Setiawan, dan diikuti pegawai dan staf kejaksaan, sebagai bentuk sosialisasi mengajak seluruh masyarakat memiliki kesadaran tidak berbuat korupsi.

Antoni Setiawan menjelaskan, aksi yang dilaksanakan bertujuan mensosialisasikan anti korupsi kepada masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Mempawah agar terbebas dari tindak pidana korupsi.

“Dengan pembagian stiker ini, diharapkan timbul kesadaran masyarakat untuk tidak berbuat korupsi. Aksi ini, juga merupakan salah satu tindakan pencegahan untuk mewujudkan Kabupaten Mempawah bebas korupsi,” katanya.

Selain itu, Antoni Setiawan juga mengatakan, pihaknya selalu gencar melakukan sosialisasi anti korupsi, yang dilakukan dilingkungan masyarakat, seperti membagikan stiker yang berisi pesan tentang bahaya korupsi, diharapkan bisa menekan tindak korupsi yang tak hanya marak di kota besar tapi juga ditingkat daerah. Kegiatan ini, juga menjadi bahan evaluasi diri, sehingga masyarakat sadar dan tak melakukan tindakan yang dilarang secara hukum.

“Sosialisasi anti korupsi dalam bentuk pembagian stiker diharapkan menekan tindakan korupsi khususnya di wilayah Kabupaten Mempawah. Dan dapat menekan tindakan yang merugikan keuangan negara. Masyarakat bisa ikut mengontrol jika dilingkungan sekitar ada penyimpangan dan tindakan korupsi,” ungkapnya.

Lanjutnya lagi, Antoni Setiawan mengingatkan, para Kepala Desa agar berhati-hati dalam mengelola Dana Desa. Karena besarnya nominal Dana Desa yang dikucurkan Pemerintah kepada Kepala Desa mengakibatkan terjadinya kerawanan penyelewengan dalam pengelolaan.

“Hal itu terbukti dalam kurun waktu dua belas bulan, yakni sepanjang tahun 2019 Kejari Mempawah telah menangani tujuh kasus korupsi. Dari tujuh kasus yang kita tangani sepanjang tahun 2019 ini sebagian besar adalah kasus penyelewengan Dana Desa. Kendati ada kasus lain seperti PNPM tapi Dana Desa tetap menjadi juara. Untuk kasus penyelewengan Dana Desa tersebut tidak hanya terjadi di Kabupaten Mempawah saja, dari tujuh kasus tersebut diantaranya ada yang terjadi di Kabupaten Kubu Raya yang merupakan wilayah hukum kita. Kita di Kejaksaan akan terus melakukan pengawasan,” pungkasnya. (yanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.