Banjir dan Longsor Harus Diantisipasi Lebih Dini

Gubernur Kalbar, Sutarmidji bersama Polda Kalbar dan Pangdam XII/Tpr disela Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Provinsi Kalbar di Halaman upacara Makodam XII/Tpr, Jumat (20/12). Istimewa.

Pontianak, BorneOneTV.com –  Tingginya curah hujan beberapa pekan terkahir  mengakibatkan sejumlah daerah di Kalbar terendam banjir. Tak hanya itu, tanah longsor juga mengancam. Tekait hal ini, Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengatakan, bencana banjir dan longsor harus diantisipasi lebih dini.

“Setiap waktu kita dikirimi data tentang potensi tanah longsor dan saya selalu sampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten/Kota harus konsen terhadap longsor dan banjir dan kita perlu antisipasi dari awal,” kata Sutarmidji, saat menjadi Irup Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Provinsi Kalbar di Halaman upacara Makodam XII/Tpr, Jumat (20/12).

Bacaan Lainnya

Sesuai faktanya, selain disibukkan dengan penanggulangan bencana,  juga dibebani dengan ketidak pedulian sebagian jajaran di daerah terhadap antisipasi terjadinya bencana. “Kalau misalnya, diantisipasi dari awal maka longsor itu bisa dihindari, kalaupun terjadi tanpa korban dari awal deteksi melalui satelit pergerakan-pergerakan tanah di mana itu ada, insyaallah nanti data-data seperti ini saya akan kirim ke seluruh stakeholder kita supaya semuanya bisa saling mengingatkan,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Sutarmidji mengucapkan terima kasih kepada TNI-Polri yang sudah bahu membahu untuk bersinergi dengan pemerintah dalam penanggulangan bencana alam di wilayah Kalbar. “Ke depan, kita akan buat program edukasi seiring dengan desa mandiri. Karena di dalam desa mandiri itu ada yang namanya indeks kekuatan lingkungan, nah itulah yang nanti akan kita kerjakan,” jelasnya.

Lanjutnya, kesiapsiagaan penanggulangan bencana ke depan dengan berkelanjutan,  memelihara, menjaga alam. Preventif juga akan dikedepankan nantinya. “Mari kita bersama-sama menjaga Kalbar ini. Kita buat masyarakat nyaman, apalagi sekarang sudah mau melaksanakan Natal dan Tahun Baru. Kita beri keleluasaan kepada mereka yang merayakan hari besar keagamaan dan menikmati Tahun Baru dengan nyaman,” pungkasnya. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.