Khawatir Jembatan Roboh dan Muncul Ular, Kades yang Baru Dilantik Ini Terjun ke Sungai Ikut Normalisasi

oleh

KUBU RAYA – Budaya gotong royong masih kentara di perdesaan. Sebagai contoh, di Desa Rasau Jaya Umum (RJU), Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Masyarakat di desa tersebut turun gotong royong melakukan normalisasi Sungai Alam. Dipimpin langsung Kades RJU, Iwan Kurnia Putra yang baru saja dilantik pada 17 Desember 2019 lalu, Minggu (22/12/2019),

 

“Saya prihatin melihat kondisi sungai alam ini yang semak. Banyak rumput yang biasa kita sebut bakung menutupi sungai. Makanya saya ikut bersama warga gotong royong membersihkan sungai ini,” jelas Iwan.

 

Dijelaskan Iwan, Sungai Alam ini dulunya dikenal dengan nama Sungai Rasau. Sungai ini sudah ada sejak tahun 1970-an. Sebelum desa RJU terbentuk. Sejak saat itulah, menurut Iwan, sungai ini tidak pernah dibersihkan.

“Makanya saya bersama masyarakat turun membersihkan sungai ini. Karena kalau dibiarkan, bakung yang terbawa arus dikhawatirkan bisa menabrak tiang dan merobohkan jembatan utama penghubung berbagai wilayah. Akhir tahun ini musim air naik,” jelasnya.

 

Selain itu, kata Iwan, pembersihan sungai ini juga untuk mengantisipasi adanya hewan buas seperti ular kobra yang sedang marak bermunculan di daerah lain. Apalagi, konon buaya sering timbul di sungai ini.

 

Gotong royong menggunakan alat berat ini, sedianya menggunakan dana swadaya masyarakat. Karena, sambung Iwan, kalau mengharapkan dana dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, dirasa susah.

“Karena usulannya sudah lama, tapi tidak pernah dikucurkan dananya untuk normalisasi sungai ini. Alhamdulillah, ada swadaya masyarakat untuk gotong royong ini. Mudahan ada perhatian pemerintah untuk desa kami,” harapnya.

 

Pada intinya, kata Iwan, pihak desa selalu memberikan dukungan kepada masyarakat yang ingin berbuat untuk membangun desanya. “Alhamdulillah, baru tiga hari kerja di kantor desa, saya turun membantu warga. Padahal ini libur. Tapi saya ‘gas’ terus,” sambung Iwan.

baca juga :  480 Mahasiswa Politehnik ketapang dapat pendidikan Pengenalan kehidupan kampusĀ 

 

Sementara itu, Mase, warga setempat mengaku selama ini tidak pernah ada upaya untuk pembersihan sungai. “Alhamdulillah, baru kepala desa yang sekarang dapat merealisasikan pembersihan sungai. Kami juga terima kasih kepada Pak Harjo yang menyumbangkan alat beratnya untuk mengangkat bakung di sungai ini,” ucap Mase.

 

Dengan bersihnya sungai ini, kata Mase, maka akan membuka akses jalur perairan yang bisa dilintasi masyarakat dari RT 03, RT 04, RT 05 serta dari desa lain. “Sekali lagi kami ucapkan terima kasih,” ucapnya. [Martono]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.