Diduga CV. DUTA PARMA Kerjakan Proyek Tidak Sesuai Spesifikasi, Jembatan Sungai Tebas Ruas Jalan Lingkar Tebas Ambruk Dalam Masa Pengerjaan

oleh
Jembatan tebas ambruk dalam masa pengerjaan (dedi )

Sambas,BorneoneTV– Diduga Proyek Penggantian Jembatan Sungai Tebas Ruas jalan Lingkar Tebas (Kalbar) tidak sesuai spesifikasi, sehingga terjadinya ambruk, minggu sore, (22/12/2019), Padahal jembatan masih dalam Tahap Pengerjaan.

Proyek tersebut merupakan Penggantian Jembatan Sungai Tebas Ruas Jalan Lingkar Tebas Menggunakan Dana APBD Provinsi Senilai Rp. 4.031.721.000, 00 (empat miliar tiga puluh satu juta tujuh ratus dua puluh satu ribu rupiah), Waktu pelaksanaan 61 (enam puluh satu) hari Kalender, waktu pemeliharaan 360 (tiga Ratus enam puluh) hari kalender, Penyedia Jasa CV. Duta Parma, konsultan PT. Tritunggal Rekayasa Khatulistiwa. Jembatan yang ambruk menghubungkan Desa Tebas Sungai dan makrampai , Kecamatan Tebas , Kabupaten Sambas (Kalbar) .

Awak media saat meninjau lokasi jembatan ambruk ditemani oleh Pj. Kades tebas sungai Hartono, Spd, Kepala desa terpilih Jusdi , serta di temenin ketua BPD tebas sungai Dedy, maupun masyarakat setempat . Pj Kades Tebas Sungai Hartono Spd mengatakan bahwa dirinya dan aparatur desa tidak pernah di beritahu maupun dilibatkan tentang masalah Proyek yang ada di wilayah nya tersebut, Senin, (23/12/2019) saat di lokasi proyek ambruk.

 

Plnag proyek Pengerjaan jembatan Tebas ambruk

Konsultan (PT. TRITUNGGAL REKAYASA KHATULISTIWA) maupun kontraktor ( CV. DUTA PARMA) tidak pernah memberi tahu kepala Desa Setempat maupun aparatur Desa, ujar Hartono .Kepala desa dan aparatur desa hanya mengetahui lewat kabar angin bahwa di wilayahnya akan di bangun jembatan, dari mulai survei lokasi sampai pengiriman material, hingga pembangunan mereka tidak pernah diberi tahu maupun dilibatkan. Ujar Hartono.

Instansi terkait, institusi, Anggota DPRD, Dinas Provinsi maupun penegak hukum harus turun kelapangan untuk meninjau Ambruk nya jembatan terjadi karena ada kesalahan kontruksi Pondasi atau spesifikasi yang tidak sesuai.

Jangan sampai terjadi pembiaran, karena kesalahan Kontruksi maupun spesifikasi yang tidak sesuai, namun proyek tersebut tetap dilanjutkan, maka nantinya akan terulang kembali amruk nya jembatan tersebut, yang nanti nya akan memakan korban jiwa pada masyarakat yang melewati nya. Hingga berita ini diturunkan, Pihak Kontraktor, Konsultan maupun Dinas terkait tidak bisa di hubungi untuk dimintai keterangan .(Dedi Anggara )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *