Pantau Stok dan Harga Bahan Pokok, Tim Temukan Makanan Tak Layak Konsumsi di Pasar Beringin Singkawang

pasar beringin singkawang ditemukan makan kadaluarsa

 

Singkawang, BorneOneTV.com – Pemerintah Kota Singkawang bersama Tim Satgas Pangan Polres Singkawang memantau ketersediaan dan harga bahan pokok di Pasar Tradisional seperti Pasar Beringin dan Alianyang.

“Hasil sementara, tim menemukan satu produk yang diduga sudah melewati batas kedaluwarsa dan menemukan makanan yang diduga mengandung zat berbahaya seperti boraks pada kerupuk tempe yang dijual pedagang,” kata Muslimin, Kepala Disperindagkop dan UKM Singkawang, Selasa (21/1).
Atas temuan itu, tim sudah meminta pedagang tidak menjualnya melakukan penarikan.
Kata Muslimin, pemantauan bahan pokok ini rutin dilaksanakan Pemkot bersama Tim Satgas Pangan Polres Singkawang setiap tahunnya menjelang hari besar keagamaan. Hal ini untuk memastikan ketersediaan dan harga bahan pokok supaya tidak terlampau tinggi. “Karena hal tersebut tentunya dapat memberatkan masyarakat terutama yang merayakan hari besar keagamaan,” ujarnya.

Lanjutnya, tim juga memantau bahan atau zat makanan dan minuman yang dijual pedagang. “Jangan sampai ada pedagang yang coba-coba menjual bahan atau zat berbahaya ke masyarakat, hanya karena mencari keuntungan semata,” ujarnya.

Muslimin menuturkan, berdasarkan pantauan di lapangan, harga bahan pokok pada umumnya masih relatif normal. Hanya dua komoditas yang mengalami kenaikan harga, yakni bawang merah dan gula pasir. “Untuk bawang merah, saat ini masih dijual dengan harga tinggi yakni dikisaran harga antara Rp35.000-Rp40.000 per Kg. Sedangkan gula pasir sejak pekan lalu sampai sekarang masih bertahan diharga Rp14.000 per Kg,” paparnya.
Muslimin membeberkan, menurut pengakuan pedagang kenaikan harga gula pasir karena distribusi dari Jakarta ke daerah sedikit terlambat. “Hal itu bukan hanya terjadi di Singkawang saja, tetapi hampir di seluruh daerah yang ada di Indonesia,” katanya.
Kepala Unit Tipiter Satgas Pangan Polres Singkawang, IPTU Dwi Hariyanto menambhakan, pemantauan stok dan harga bahan pokok merupakan tindaklanjut laporan masyarakat. “Semoga melalui kegiatan ini semua harga bahan pokok bisa stabil sesuai dengan kondisi awal,” harapnya. (Mizar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.