Jalan Ruas Rasau – Jasa – Sei Kelik Ada yang Rusak, NCW Sebut Seperti Terbengkalai

Titik jalan ruas Rasau - Jasa - Sei Kelik yang rusak. Foto Istimewa

Pontianak, BorneOneTV.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Nusantara Corruption Watch (NCW) pada 10 – 12 Februari kemarin memantau pengerjaan pembangunan proyek jalan ruas Rasau – Jasa – Sei Kelik. Jalan ini berada di kawasan perbatasan.

“Ditemukan beberapa titik jalan rusak parah. Sepertinnya jalan itu terbengkalai. Pada plang proyek jalan  juga  tidak mencantumkan pagu dana. Semestinya ada pagu dana dalam plang proyek tersebut, itu merupakan transparasi publik, supaya masyarakat menjalankan fungsi kontrolnya dan pengawasan,”  kata Ibrahim, NCW Investigator Kalbar ditemui media ini, Jumat (14/2).

Plang proyek bertuliskan PT Multi Sindo Internasional sebagai kontraktor, dengan nomor kontrak HK.02-03-BM/PJMW.II/PKK 2-3 KB/RJK-10, dengan masa kerja 139 hari kalender. Dengan nama pekerjaan, Pembangunan Jalan Ruas Rasau – Jasa – Sei Kelik. Sumber dana dari APBN. Tahun Anggaran 2019.

Plang Proyek. Istimewa.

Ibrahim mengungkapkan jalan yang rusak berat itu dari Desa Rasau menuju Riam Sejawak, Kabupaten Sintang. Menurut pemantauan Ibrahim, pada jalan tersebut sepertinya tidak ada kegiatan pekerjaan lagi. Padahal masih ada yang pekerjaan belum selesai. Ia menambahkan panjang jalan di kawasan perbatasan tersebut sekitar 25 Km.

Atas temuan itu, NCW meminta kepada pihak terkait supaya jalan tersebut jangan sampai dibiarkan terlalu lama. “Dan jalan juga dikerjakan semerawut, baik itu paritnya, pengerasan jalannya, kita tidak belum tau apa-apa yang harus dikerjakan di situ. Sepertinya asal jadi pekerjaan di situ,” imbuhnya.

Namun, menurut informasi yang Ibrahim dapat, anggaran sebesar sekitar 48 miliar. “Kalau kita lihat 48 miliar tersebut cukup fantastis, kenapa tidak sesuai dengan anggaran,” ucapnya.

Ibrahim menyatakan, NCW juga akan menyampaikan laporan kondisi jalan tersebut ke PUPR. “Untuk memepertanyakan kenapa jalan terbengkalai,” jelasnya.

Di proyek itu, kata Ibrahim, tidak ada tanda-tanda meneruskan pengerjaan.  “Berdasarakan informasi dari masyarakat bahwa proyek tersebut akan ditenderkan kembali, katanya dianggarkan 34 miliar, dikhawatirkan ada pembengkakan anggaran,” tuturnya. (BorneOneTV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.