banner 120x600

2 Postif, Pemprov Tetapkan Kalbar KLB Covid-19

Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar A.L. Leysandri dan Kepala Dinas Kesehatan Kalbar dr Harisson saat konferensi pers terkait penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) COVID-19, Rabu (18/3). Istimewa
banner 120x600

Pontianak, BorneOneTV.com – Hingga 18 Maret Kalbar telah merawat 10 Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Pasien itu tersebar di beberapa rumah sakit di provisin ini. Yakni, di RSUD Soedarso Pontianak 4 pasien, RSUD Abdul Azis 2 pasien, RS Pemangkat 1 pasien, RS Sambas 2 pasien dan di RSUD Ade Muhammad Djun Sintang 1 pasien.

Sementara, Orang dalam Pemantauan (ODP) mencapai 342 orang per 2 February hingga Maret 2020. Terdiri dari Kota Pontianak sebanyak 81 orang, Sanggau 46 orang, Sintang 136 orang, Bengkayang 1 orang, Kuburaya 14 orang, Sambas 21 orang, Kapuas Hulu 1 orang dan 42 orang di Landak.

“Untuk PDP Kalbar telah merawat 20 orang namun yang 10 orang sudah keluar dari RS, 8 orang dinyatakan negatif dan 2 orang bukan penyakit corona,” kata Harisson, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar pada konferensi pers, Rabu (18/3).

Harisson mengatakan 10 PDP tersebut termasuk dua orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan diisolasi di RSUD Soedarso Pontianak dan RSUD Abdul Azis Singkawang. “Dari 10 PDP tersebut salah satunya adalah bayi berumur dua bulan asal dari Mandor Kabupaten Landak dan hasil tes menyatakan bayi tersebut negatif corona juga sudah kita pindah dari ruang isolasi ke ruang biasa,” ungkapnya.

Harisson menuturkan, bayi berumur dua bulan tersebut masuk dan dirawat diruang isolasi di RS Soedarso sejak 12 Maret dan telah melakukan perjalanan bersama orangtuanya dari Malaysia dan kembali ke Kalbar pada 1 Maret 2020. “Hasil menyatakan bayi tersebut bukan sakit dikarenakan Covid-19,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar A.L. Leysandri menyampaikan bahwa, Pemerintah Provinsi (Pemprov) menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) COVID-19 dan telah meminta data pada pintu perbatasan PLBN antara Indonesia-Malaysia untuk mengetahui jumlah orang yang masuk ke Kalbar. “Penutupan PLBN juga kita lakukan dan saat ini kita minta menyiapkan ruang untuk karantina,” ujarnya.

“Kita serius menangani ini (COVID-19), maka dengan dasar ini Kabupaten/Kota bisa segera menetapkan status KLB,” katanya.

Selain itu, Pemprov Kalbar juga telah mengajukan permintaan kepada pemerintah pusat untuk mengehentikan penerbangan sementara baik dari dan menuju Luar Negeri. “Kita sudah mengajukan ke pemerintah pusat untuk penghentian sementara penerbangan ke luar negeri, kita tunggu jawabannya saja,” tuturnya. (BorneOneTV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: