Jika Perbatasan Ditutup Kebutuhan Pokok Masyarakat Harus Diperhatikan

Wakil Bupati Sintang, Askiman saat pimpin Rakor Tim Pemantauan Daerah Perbatasan di Balai Pegodai, Sintang, Selasa (31/3). Istimewa

Sintang, BorneOneTV.com – Wakil Bupati Sintang, Askiman memimpin rapat koordinasi (Rakor) Tim Pemantauan Daerah Perbatasan terkait Percepatan Penanganan dampak Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Balai Pegodai Selasa (31/3). Rakor ini untuk memantau stok, harga dan saluran distribusi barang kebutuhan pokok masayarakat daerah perbatasan di Kabupaten Sintang.

Hadir dalam rapat tersebut Dandim 1205 Sintang Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan, Kadis Perindagkop dan UKM, Sudirman. Kadis Nakertrans, Agustinus Hatta. Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan, Veronika Ancili. Kepala BPBD, Bernard Saragih, Asisten Pemerintahan, Syarief Yasser Arafat. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Yustinus J dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang.

Askiman mengatakan bahwa, kawasan perbatasan menjadi titik perhatian karena di sana menjadi lalu lintas orang dan barang dari Malaysia. Jika perbatasan ditutup akan berdampak terhadap ekonomi masyarakat. “Kalau kita tutup jalur masuk tidak resmi ini akan berdampak pada ekonomi masyarakat. Masyarakat di sana 80 persen sembako berasal dari Malaysia. Maka silakan Disperindagkop dan UKM untuk ambil langkah. Saya juga berharap agar pabrik karet jangan tutup, karena akan memperparah dampak ekonomi kepada petani karet. Mereka hanya diminta melakukan penyesuaian jam kerja,” ujar Askiman.

Yang sangat penting, lanjut Askiman,  antisipasi barang masuk dari Malaysia. Barang masuk secara illegal harus dihentikan di perbatasan. “Kalau jalur keluar masuk orang dan barang kita tutup. Saya berharap agar dipertimbangkan ada pasokan sembako dari Sintang ini. Saya minta Dinas Pemdes juga memberikan arahan kepada camat dan kepala desa agar mengambil langkah antisipasi dan mereka harus memberikan laporan secara periodik. Saya juga minta gawai Dayak di kampung juga ditiadakan. Ritual gawai Dayak silakan dilakukan tetapi tidak ramai dan tidak ada pesta,” pinta Askiman lagi.

Kemudian, Askiman juga meminta tim pantau langsung ke perbatasan, berkoordinasi dengan Camat, Kepala Desa dan Forkopimcam di perbatasan. “Saya juga minta Credit Union untuk mempertimbangkan penagihan pinjaman anggota. OPD juga saya persilakan untuk melakukan langkah-langkah strategis untuk memutus penyebaran virus corona. Saya juga berharap agar OPD yang melakukan pelayanan langsung kepada masyarakat untuk diberikan perhatian khusus,” tambah Askiman.

Askiman mengimbau warga Kabupaten Sintang untuk tidak panik. Tetapi tetap harus waspada. “Sebelum KLB (kejadian luar biasa) saya juga bingung, tempat ibadah ditutup. Tetapi pasar masih bebas buka. Mari kita berikan penjelasan yang menyejukan masyarakat. Segera berkoordinasi dengan Majelis Agama Konghucu dalam menghadapi ritual sembahyang kubur yang akan segera tiba,” pungkas Askiman. (ysi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.