Dimana Pengawasan PLN Ranting sintang ,Terhadap 63 Pelanggan dialiri Listrik Tanpa Token atau Loss Sentrum oleh Kontraktor PLN

oleh

Sintang,BorneOneTV.com -Pemasangan  aliran listrik  sebanyak  66 KWH  di kawasan perkebunan  sawit  di desa Mail Jampong kecamatan Sintang yakni PT Bukit Prima Plantindo ( BPP ) di duga menyalahi prosedur SOP PLN ,karena dari 66  Kwh  47 KWh dialirin listrik tanpa melalui Meteran Prabayar atau token ,artinya dilalukan los sentrum oleh kontraktor pelaksana pemasangan Listrik  yaitu PT. Geria cahaya fajar ..

Diduga adanya arus listrik negara melebihi kapasitas sehingga merugikan negara    terjadi dikawasan perumahan ,,pergudangan dan perkantoran  PT BPP dilakukan sejak bulan Februari sampai dengan bulan Maret 2020, selama dua bulan tersebut ada sebanyak 66 kwh yang terpasang dan terdapat 47 rumah karyawan perkebunan Sawit  PT. Bukit  Prima Palntindo    yang tidak tertoken atau  loss sentrum  . Sementara yang tidak tertoken tetap di nyalakan oleh pihak kontraktor PLN ,PT. Gelis Cahaya Fajar  .

Pihak perusahaan PT. BPP yakni bapak Basarudi  saat dikonfirmasi awak  media  membenarkan ada sekitar 47 rumah karyawan  kebun di komplek divisi 5 milik PT BPP,  dialiri listrik tanpa token  selama dua bulan .Awalnya   pihak perusahan telah melakukan pemasangan sebanyak 66 KWH di komplek divisi 5 milik PT BPP, dengan pemasangan di kantor,gudang dan barak karyawan. Untuk tahap pertama ada 19 yang tertoken dan 47 belum tertoken,ungkapnya .

 

Lebih lanjut diungkapnya Basarudi  ,Sesuai perjanjian dengan pihak kontraktor PLN  PT. Gelis Cahaya fajar , bahwa biaya pemasangan KWH akan di bayar oleh pihak PT BPP apabila listriknya sudah menyala. Berdasarkan perjanjian tersebut maka pihak kontraktor melakukan lost strum terlebih dahulu  tanpa token ,dengan alasan  47 konsumen tersebut masuk ddalam daftar tunggu ,sehinggga  dilakukan los sentrum  sesuai dengan berita acara  serah terima pekerjaan  antara PT. BPP dengan  PT. Gelis cahaya fajar sebagai  Kontraktor PLN Ranting  Sintang .

Adanya perbedaan  antara berita acara  penyerahan  pekerjaan tertera  47  kwh meter  yang masuk dalam daftar tunggu namun yang diberikan loss sentrum oleh Kontrkator PLN  Gerai Cahaya fajar sebanyak  63 pelanggan  dengan total biaya  6,3 juta  sehingga setiap pelanggan diberikan loss sentrum ditarik biaya sebulan oleh kontraktor  seratus ribu perkwh . Apakah hal ini bisa menjamin tidak  adanya kerugian oleh negara  akibat los sentrum yang tidak di awasi pihak PLN langsung . .

Sampai saat ini pihak PLN sintang  saat di konfirmasik awak media belum bisa ditemui dengan alasan Pimpinan  PLN Ranting sintang pimpinan  sedang sibuk  .

Yang dipertanyakan  oleh warga setempat ,yang enggan disebutkian namanya ,  apakah dibenarkan adanya loss sentrum tanpa menggunakan meteran prabayar  ? (Ysi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.