banner 120x600

Pembelian 5 Mobil Dinas Pemkab Sambas di Suasana Covid 19, Berbuntut Ke meja Hijau

5 unit pengadaan mobil berbuntut kemeja hijau
banner 120x600

Sambas, Borneonetv.com – Agenda Proses Mediasi Perkara Perdata Gugatan Warga kabupaten Sambas terhadap Eksekutif dan Legislatif Dengan Registrasi Nomor: 14 / Pdt.G/ 2020/ PN Sbs terus Berlanjut Kemeja Hijau dan tidak ada kata sepakat damai, Rabu, ( 6/5/2020) Pengadilan Negeri Kabupaten Sambas.

Gugatan Perdata tersebut Telah dimasukkan oleh saudra Amirudin dan Lipi ke pengadilan Negeri Kabupaten Sambas, tanggal 8 April 2020.

Menggugat secara perdata Eksekutif dan Legislatif Kabupaten Sambas ke Pengadilan Negeri Sambas dengan Registrasi Nomor : 14/Pdt.G/2020/PN Sbs.

Adapun yang tergugat, Bupati Sambas H. Atbah Romin Suhaili (Tergugat 1), Sekda Kabupaten Sambas H. Fery Madagaskar (Tergugat 2), Ketua DPRD Kabupaten Sambas, H. Abu Bakar (Tergugat 3), Wakil Ketua I DPRD Sambas Ferdinan Syolisih (Tergugat 4), Wakil Ketua II DPRD Sambas H. Arifidiar (Tergugat 5) dan Wakil Ketua III DPRD Sambas Suriadi (Tergugat 6).

Gugatan Perdata tersebut Telah dimasukkan oleh saudra Amirudin dan Lipi ke pengadilan Negeri Kabupaten Sambas, tanggal 8 April 2020.
(dedi)

LIPI, S.H, Mengatakan, Hari ini merupakan Agenda kita diberikan waktu untuk menentukan langkah selanjutnya, apakah akan berdamai atau tidak. Majelis sudah melaksanakan tugas nya dengan baik dan meminta kedua belah pihak untuk melakukan Pemikiran. dengan pertemuan kali ini, kami sebagai penggugat menyatakan tidak ada perdamaian, tetap dilanjutkan proses hukum nya, jelas Lipi, Rabu, ( 6/5/2020) di pengadilan Negeri Kabupaten Sambas.

Kami juga ingin masyarakat menjadi saksi untuk proses penegakan hukum, supaya masyarakat mengetahui, apalagi ini menyangkut hajat hidup orang Banyak. Kalau kami berdamai maka itu pengkhianatan terhadap rakyat, jika ini dilanjutkan maka ini merupakan langkah yang paling tepat , akademis, serta langkah yang paling dihormati oleh seluruh pihak , bahwa kita telah mengambil langkah yang tepat, terukur untuk menyatakan dana yang dibelikan Mobil Dinas sebesar  Rp 2.570.000.000 (dua miliar lima ratus tujuh puluh juta rupiah) bersumber dari dana APBD Sambas  tidak tepat, waktu nya juga tidak tepat, dan itu diduga bertentangan dengan hukum sehingga kami sebagai masyarakat yang peduli atas kasus ini , kami mencoba menguji perbuatan itu kepengadilan . Agenda hari ini tidak ada perdamaian dan kasus ini telap berlanjut. Jelas LIPI.

Ada beberapa isu yang beredar dimedia sosial, bahwa Kami Penggugat telah melakukan perdamaian terhadap Tergugat, padahal kami belum pernah melakukan perdamaian, sekali lagi kami tegaskan, tidak ada kata perdamaian, tutup LIPI.(dedi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: