Pemkab Sekadau Salurkan BLT

Bupati Sekadau Rupinus dan Wakil Bupati Sekadau Aloysius menyerahkan bantuan langsung tunai dana desa secara simbolis, di halaman kantor Bupati kabupaten Sekadau, Komplek Pemda Sekadau. Jumat(5/6). Krisantus/BorneOneTV.

Sekadau, BorneOneTV.com – Sebagai salah satu upaya penanganan pandemi Covid-19 di desa, Pemkab Sekadau serahkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) kepada Kepala Desa di Kabupaten Sekadau, Jumat (5/6). Bantuan tersebut langsung di serahkan oleh Bupati Sekadau Rupinus dan Wakil Bupati Sekadau Aloysius secara simbolis, di halaman kantor Bupati kabupaten Sekadau, Komplek Pemda Sekadau.

Bupati Sekadau, Rupinus, berharap kepada Kepala Desa supaya dapat mengarahkan warganya untuk memanfaatkan dana BLT DD tersebut dengan sebaik-baiknya. “Tolong arahkan penerima manfaat itu menggunakan uangnya dengan baik, nilainya memang tidak seberapa tapi kalau digunakan dengan baik, pasti bermanfaat,” kata Rupinus.

Bagi masyarakat yang akan mengambil BLT DD, Rupinus, mengingatkan kepada kepala desa agar warga dapat di arahkan untuk bergantian. Sehingga tidak menimbulkan kerumunan orang.

Terlebih untuk penyaluran bantuan BLT DD melalui ATM Bank Kalbar Sekadau. Dengan setiap penerima manfaat di terbitkan buku tabungan masing-masing. Terkait muncul ketidak puasan di masyarakat karena tidak dapat menerima manfaat. Bupati Sekadau, menyebut merupakan hal yang wajar, meskipun dalam penentuan penerima manfaat sudah melalui musyawarah desa beberapa waktu lalu.

“Pro kontra pasti ada, masyarakat yang tidak puas pasti ada. Tapi kejadian ini tidak hanya di tempat kita, di semua tempat ada,” tandasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bayu Dwiharsono, mengungkapkan, penyerahan BLT DD baru dilakukan karena pihak Desa harus melakukan berbagai tahapan untuk menentukan penerima manfaat.

“BLT DD tidak boleh tumpang tindih dengan bantuan sosial lainnya, sehingga harus melewati berbagai tahapan dan musyawarah desa untuk memastikan calon penerima manfaat,” terangnya.

Bayu Dwiharsono menjelaskan musyawarah desa menjadi penentu dalam tepat tidaknya sasaran BLT DD yang disalurkan oleh kepala desa. Untuk itu diharapkan data penerima manfaat lebih akurat, tidak menimbulkan banyak perubahan dan keberatan dari warga masyarakat. “Setelah dari musdes, Kepala desa mengeluarkan peraturan kepala desa tentang penetapan penerima manfaat, selanjutnya diserahkan ke Camat dan oleh Camat disampaikan kepada Bupati disahkan,” jelasnya.

Mengenai Mekanisme penyaluran bantuan tersebut, nanti akan diatur oleh Bank Kalbar sesuai dengan kesepakatan dan adapun jadwal penyaluran dan tempat penyaluran. Bagi desa yang jauh dari tempat pelayanan Bank Kalbar, dimungkinkan penyaluran oleh Bank Kalbar ke desa penerima manfaat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Nantinya masing-masing Kepala Keluarga akan menerima BLT DD selama 6 bulan dengan rincian 3 bulan pertama April-Mei- Juni Rp 600.000 per orang. Berikutnya tahap kedua untuk bulan Juli-Agustus-September per KK, per-bulan menerima Rp. 300.000.

“Tahap kedua akan diberikan lebih kurang 2 minggu kedepan, setelah nanti pertanggungjawaban dari desa disampaikan ke kami termasuk surat kuasa pindah buku dari penerima manfaat,” jelas Kadis PMD Sekadau itu.

Lebih lanjut, Bayu menjelaskan pihaknya tidak menunggu semua desa selesai melaksanakan musdes dan perkades untuk menyalurkan BLT DD.

Tetapi bagi desa yang sudah selesai memenuhi syarat akan kita proses penyalurannya, mengingat BLT dana desa ini merupakan penyaluran dana desa tahap kedua. “Khusus BLT DD ini diambil dari Dana Desa tahap kedua, yang peruntukannya diprioritaskan untuk BLT DD,” tandasnya.

Saat ini di Kabupaten Sekadau baru 15 desa yang telah menyelesaikan data penerima manfaat. Sedangkan untuk Desa yang menerima secara simbolis adalah Desa Sungai Ayak Dua dengan 88 orang penerima manfaat, dan Desa Batu Pahat 94 orang.

Kepala Desa Batu Pahat, Salim menuturkan dalam penentuan penerima manfaat BLT DD pihaknya juga cukup kesulitan. Karena adanya gejolak di masyarakat yang tidak terpilih menjadi penerima manfaat.

“Memang ada gejolak, tapi kita beri pemahaman ke masyarakat, Alhamdulillah, setiap ada perubahan, kita jelaskan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” kata Salim. Dalam penentuan penerima manfaat, pihaknya juga menggunakan data dari Dinas Sosial Sekadau, agar tidak double. “Kami minta data ke Dinas Sosial, siapa-siapa yang dapat bantuan BST dan bantuan lain sebelumnya. Jadi tidak dapat lagi untuk bantuan yang ini. Supaya betul-betul tepat sasaran bagi yang membutuhkan,” jelasnnya.

Sedangkan untuk pengambilan bantuan, Salim menyebut akan lakukan sosialisasi bagi penerima manfaat, agar tidak meninggal kerumunan dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Adapun jumlah KK yang mendapatkan BLT DD di Desa Batu Pahat adalah 94 orang, atau setara 30% dari Dana Desa. (Krisantus)

Caption Foto : Bupati Sekadau Rupinus dan Wakil Bupati Sekadau Aloysius menyerahkan bantuan langsung tunai dana desa secara simbolis, di halaman kantor Bupati kabupaten Sekadau, Komplek Pemda Sekadau. Jumat(5/6). Krisantus/BorneOneTV.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.